5 Alasan Membangun Cinta (Literasi) Bersama FLP

Wednesday, March 13, 2019

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dokumentasi FLP Sidoarjo 2019 - Kegiatan Galang Dana dan Sebar Poster
"Jia, FLP itu apa sih?" tanya seorang teman kerja yang penasaran dengan kegiatan saya beberapa waktu lalu di hampir setiap akhir pekan. Bagi lovely reader yang juga belum tahu, FLP adalah singkatan dari Forum Lingkar Pena, sebuah organisasi kepenulisan yang telah tersebar di berbagai kota/kabupaten, bahkan luar negeri. Saya pribadi tergabung di FLP cabang Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sudah lebih dua tahun saya bergabung meskipun belum bisa banyak berkontribusi. Sejak pertengahan 2018 sampai awal 2019 ada beberapa hal yang saya lakukan dan belum bisa saya ceritakan. Insya Allah mulai Maret ini saya akan kembali aktif berinteraksi dengan teman-teman organisasi, rasanya sangat rinduuuu~ #baperdetected hehe.

Hobi menulis yang sudah saya lakoni sejak duduk di bangku sekolah dasar akhirnya bisa tersalurkan dengan baik saat saya bergabung dengan FLP. Salah satu hal yang membuat saya susah melepas organisasi bermanfaat ini adalah kontribusinya nggak main-main! Berikut akan saya ceritakan lima alasan kenapa saya memilih FLP untuk membangun kecintaan saya pada dunia literasi.

1. 22 Tahun Berkiprah Hingga Mancanegara

Twibbon Milad FLP
Alhamdulillah, tepat tanggal 22 Februari lalu, FLP telah berusia 22 tahun. Usia ini menggambarkan kedewasaan perilaku dan menggebunya jiwa untuk menelurkan karya-karya terbaik yang bisa bermanfaat untuk banyak orang. Terima kasih Bunda Helvy Tiana Rosa, Bunda Asma Nadia, dan Bunda Maimon Herawati. Tiga perempuan Indonesia yang menginspirasi. Siapa sangka lingkaran kecil tempat belajar bersama menggoreskan pena kini telah tersebar hingga mancanegara. FLP mendunia. FLP membuat saya percaya bahwa perempuan tetap bisa berkontribusi di dunia literasi, tak memandang gelar dan profesi, baik ibu rumah tangga, ibu bekerja, perempuan muda, anak sekolah, bahkan yang lanjut usia tetap bisa menjadi anggota organisasi ini.

2. Kontribusi Nyata Mendukung Pendidikan Bangsa

Anggota FLP baik laki-laki atau perempuan memiliki beragam latar belakang dan profesi. Banyak sekali karya yang telah ditulis dan diterbitkan, mulai dari novel, kumpulan cerpen, kumpulan puisi, buku pengetahuan, bahkan buku anak. Buku-buku ini adalah media berbagi ilmu yang masih dan akan terus digunakan untuk mendukung kegiatan pendidikan. Tak jarang ada nilai-nilai budaya dan agama disisipkan, media dakwah yang paling mudah dijangkau untuk menebarkan kebaikan. Di FLP cabang Sidoarjo pun mewajibkan setiap angkatan untuk menerbitkan buku antologi dengan berbagai tema. Dulu saya dan teman seangkatan mendapat bagian bertema hijrah. Ada perasaan bahagia tersendiri bisa menerbitkan buku antologi bersama teman-teman FLP.

3. Bukan Sekadar Teman Organisasi, Tapi Keluarga Pejuang Literasi

Sebagai anggota FLP yang sering jadi silent reader di WhatsApp Group (jangan ditiru, hehe), saya merasakan sendiri semangat teman-teman pengurus maupun anggota untuk saling mengingatkan, mendukung, dan memotivasi dalam berkarya. Saya diam-diam kagum dengan mereka. Mereka sama-sama berjuang menebar budaya literasi sesuai kemampuan masing-masing. Tak hanya melulu membahas literasi, teman-teman FLP benar-benar saling peduli. Jika ada yang butuh bantuan, mereka pasti sigap membantu apa yang bisa dibantu. Yang saya salut, salah satu pengurus FLP cabang bahkan menggunakan uang pribadinya untuk konsumsi teman-teman pasca rapat, padahal ada uang kas yang bisa digunakan. Betapa perjuangan mereka untuk dakwah di bidang literasi tak bisa disepelekan.

4. Belajar Event Organizer Bersama

Dokumentasi FLP Sidoarjo Tahun 2017 - Seminar Kepenulisan
Setiap tahun, FLP di setiap cabang pasti mengadakan kegiatan seminar atau workshop kepenulisan. Panitia acara adalah para anggota yang baru bergabung. Di situ potensi masing-masing anggota akan terlihat. Ada yang lihai menawarkan program ke pihak sponsor, ada yang pandai mengkoordinasikan teman satu tim, ada yang bisa desain, ada yang pandai memotret, ada yang jago nge-MC. Kemampuan masing-masing anggota dapat tertampung dengan baik dalam wadah yang tepat. Belajar bersama untuk menghasilkan acara yang berkesan dan bermanfaat bagi masyarakat.

5. Menambah Semangat Tebar Manfaat Melalui Karya

Di FLP, setiap cabang memiliki program-program untuk mewadahi anggota dalam melahirkan karya-karya literasi. Program tersebut tidak wajib diikuti, namun cukup menginspirasi anggota lain untuk terus menulis sesuai kemampuannya. Salah satunya adalah Bengkel Karya, sebuah inovasi dari salah satu divisi di FLP Sidoarjo. Selain itu, FLP pusat juga sering mengadakan lomba yang bisa diikuti oleh anggota dari seluruh cabang. Lomba-lomba tersebut bukan berfokus pada hadiah yang diberikan, melainkan semangat para anggota dalam berkreasi dan terus menginspirasi.

Ada sebuah kutipan favorit dari seorang penulis Amerika, "A professional writer is an amateur who didn't quit". Bersama FLP, saya semakin sadar bahwa saya masih amatir. Dan keamatiran inilah yang membuat saya tidak akan berhenti berlatih menulis secara profesional. Terima kasih, keluarga besar FLP.


Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti lomba blog dari Blogger FLP
pada rangkaian Milad FLP 22Th.

You Might Also Like

14 komentar

  1. Replies
    1. Iya, mbaaak.. saling mengingatkan dan saling support :)

      Delete
  2. Pernah pengen ikut menjadi bagian FLP, tapi... entah kenapa ya waktu itu gak jadi, semoga ke depannya bisa ikut ambil bagian dari komunitas ini. Pengen banget gabung aku tu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buruan gabung, Insya Allah bermanfaat :))

      Delete
  3. Kenal FLP sejak aku mulai ngeblog di tahun 2010. Tapi, nggak tau kenapa cuman kenal doang. Belum tau secara detail, eh artinya belum kenal, ya. Cuman sekilas tau namanya.

    Makanya, sekarang salut banget sama FLP setelah banyak temen-temen blogger ataupun bukan blogger yang sudah bergabung di sini.

    22 tahun.. Usia yang sangat matang untuk sebuah organisasi. Semoga makin sukses dan jaya selalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Sekarang anggotanya makin banyak, tp ya sama dg organisasi/komunitas yg lain. Ada saja anggota yg tiba-tiba menghilang hihi. Semoga FLP dan BE bisa bertahan selalu ya

      Delete
  4. FLP, sempat juga ikutan organisasi ini,.. Tapi ga sampek setahun..

    Wadah semacam komunitas ini sangat membantu istiqomah dalam menulis..

    Saya merasakan betul hal itu

    ReplyDelete
  5. Aku dulu awal2 juga kenal FLP ini cuma ya ga sampai gabung. Akhirnya bikin blog sendiri. Tapi emang bener sih kiprah FLP nyata di dunia literasi, banyak yang jadi penulis hebat jebolan FLp

    ReplyDelete
  6. Seruuu dan bikin saya tertarik untuk gabung. Cara bergabungnya gimana ya Jia?

    ReplyDelete
  7. Baru tau nih ada organisasi literasi sekeren ini. Padahal, sudah 23 tahun yah? Lama juga. Jadi pengen gabung nih. Kalo bisa, caranya gimana Kak?

    ReplyDelete
  8. Happy milad 22 tahun FLP. Waktu kuliah dulu saya juga cukup aktif di FLP sayangnya lulus kuliah , pulkam nggak aktif lagi. Baca postingan ini jadi kangen dengan masa-masa bersama FLP Makassar.

    ReplyDelete

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Forum Lingkar Pena Sidoarjo

Friends

Community