Pengawasan Allah

Monday, July 30, 2018

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


Tulisan ini adalah postingan instagram tanggal 16 Mei 2018. Sengaja aku repost agar tersimpan lebih rapi.

Aku akan share inti kajian ba'da dzuhur saat di Masjid Islamic Center Surabaya. Aku tulis dengan bahasa sederhana, ya, dengan penambahan seperlunya.

Ustadz membahas tentang Pengawasan Allah. Bahwa setiap yang kita lakukan, meskipun orang lain tidak mengetahuinya, namun Allah selalu mengawasi kita.


وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِۦ نَفْسُهُۥۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ ٱلْوَرِيدِ

Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. (QS. Qaf 50:16)

إِذْ يَتَلَقَّى ٱلْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ ٱلْيَمِينِ وَعَنِ ٱلشِّمَالِ قَعِيدٌ

(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri. (QS. Qaf 50:17)

Allah lebih dekat dari urat leher kita. Bagaimana tidak? Karena ada utusan Allah yang selalu mengikuti kita kapanpun dan ke manapun kita berada. Benar, malaikat-Nya selalu siap mencatat segala hal yang kita lakukan. Manusia bisa lalai, namun Allah selalu mengawasi.

Maka sangat penting untuk selalu meniatkan apa-apa yang kita lakukan hanya karena Allah dan untuk Allah. Memang tidak mudah, karena sudah fitrah bahwa manusia tempatnya lalai. Itulah manfaatnya saling mengingatkan dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

Suatu hari nanti, akan tiba masa kita akan dimintai pertanggung jawaban selama menjalani hidup di dunia.

ٱلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰٓ أَفْوَٰهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (QS. Yasin 36:65)

Sebelum hari itu tiba, mari selalu berdoa, agar kita dimatikan dalam keadaan hati yang beriman. Karena sebanyak apa pun amal baik yang kita lakukan, jika akhir hidup kita tutup dengan melakukan kelalaian fatal, semua bisa menjadi sia-sia.

Wallahu'alam.

You Might Also Like

2 komentar

  1. Memang ada kalanya kita harus mengingat ini demi kebaikan.

    ReplyDelete

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Forum Lingkar Pena Sidoarjo

Friends

Community