Sempurna di Mata Yang Maha Sempurna

Friday, April 20, 2018

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


Apa pendapatmu saat mendengar kata sempurna?

Hari Minggu tanggal 15 April lalu, aku berkunjung ke rumah keluarga sahabatku untuk bertemu ibu dan adiknya, meskipun sahabatku masih berada di negeri sakura untuk menyelesaikan pendidikannya, hal ini sudah biasa karena Alhamdulillah aku cukup akrab dengan keluarganya.

Dari obrolan kami (aku, ibu, dan adik sahabatku), aku mendapat hal positif yang ingin kubagi di blog ini. Mungkin ini hal yang sederhana, tapi sangat berpengaruh terhadap hidup kita.

Sadarkah kita, bahwa standar sempurna itu relatif? Setiap manusia pasti punya kriteria sempurna yang berbeda, tergantung dari latar belakang kehidupan masing-masing. Sebagian laki-laki, ada yang menstandarkan perempuan sempurna itu adalah mereka yang fisiknya cantik, pintar, feminin, dan sebagainya. Begitupun sebaliknya, sebagian perempuan menstandarkan laki-laki adalah mereka yang tampan, gagah, cerdas, bertanggung jawab, dan sifat yang lainnya.

Kalau mengikuti standar sempurna versi manusia, mungkin ibu dan bapakku tidak akan pernah bersatu, hahaa.. itulah kenapa sebaiknya kita kembalikan kriteria sempurna versi Allah :)

Kriteria sempurna versi Allah itu bagaimana, ya?

Jawabannya tentu sudah ada di dua pedoman umat muslim, yaitu Al-Quran & hadits. Karena dua pedoman ini berasal dari Allah dan Rasul Allah, jawaban level sempurna tertinggi.

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”
(QS. At-Tin: 4).
"Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertaqwa.”
(QS. Al Hujurat: 13)

Setiap manusia, bagaimana pun bentuk fisiknya, adalah bentuk yang paling baik. Ada yang beranggota badan lengkap dengan wajah menawan, ada yang berkulit hitam, ada yang berkulit kuning langsat, ada yang bermata biru, ada yang bermata cokelat, ada yang tuli, ada yang buta, ada yang tidak memiliki tangan dan kaki. Jika versi Allah, bagaimana pun bentuk setiap manusia, itu adalah bentuk yang paling baik.

Sempurna versi Allah adalah manusia yang bertaqwa, bagaimana pun bentuk fisik mereka. Jadi, mau ganteng, cantik, atau sedang-sedang saja, kalau manusianya tidak bertaqwa ya mereka tidak memiliki kemuliaan bagi Allah. Sempurnanya manusia adalah mereka yang bertaqwa kepada Allah (semoga kita termasuk yang bertaqwa, aamiin).

“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya, dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.”
(HR. Bukhari-Muslim)

Untuk teman-teman muslim yang perempuan, mari saling mengingatkan dalam kebaikan. Tidak mengapa jika kita bukan anak orang kaya, bukan orang yang berkedudukan tinggi, bukan perempuan dengan paras jelita, sungguh tidak mengapa. Tugas kita adalah beragama dengan baik, belajar setiap hari agar bisa lebih bertaqwa. Aku pun demikian, masih harus belajar untuk jadi pribadi yang lebih baik (agamanya).

You Might Also Like

0 komentar

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Forum Lingkar Pena Sidoarjo

Friends

Community