Tempat Wisata di Bogor Ini Menawarkan Kisah-Kisah Batu dari Kerajaan Pajajaran

Thursday, December 07, 2017

Image Source: tempat.co.id
Jika mencari informasi tentang tempat wisata di Bogor, pastinya beberapa tempat yang direkomendasikan adalah pemandian air panas.

Namun, di antara banyaknya tempat wisata yang ada di kota hujan ini terdapat satu tempat wisata sejarah yang layak dijadikan destinasi traveling keluarga nusantara. Namanya adalah Museum Batu Tulis. Museum ini menyimpan sebuah catatan sejarah kerajaan di tanah Indonesia. Menurut para ahli, sejarah Batu Tulis merupakan salah satu prasasti yang ditinggalkan oleh kerajaan Pajajaran.

Catatan sejarah menyebutkan bahwa Prasasti Batu Tulis ditinggalkan oleh Kerajaan Galuh Pakuan atau sering disebut dengan Pakuan Pajajaran atau Pajajaran. Salah satu buktinya adalah, Prasasti ini menggunakan bahasa Sunda Kawi atau Pallawa serta bahasa Sansekerta.

Prasasti ini dibangun oleh Prabu Surawisesa yang memimpin kerajaan Pajajaran pada tahun 1455 Saka atau 1533 dalam tahun masehi.

Masih dalam penelitian sejarah, Prasasti ini ditulis oleh Prabu Surawisesa karena tidak mampu mempertahankan wilayah Pakuan Pajajaran yang kalah dalam perang dengan Kerajaan Cirebon. Perang yang kabarnya berlangsung selama lima tahun melibatkan Pajajaran, melawan Kerajaan Cirebon yang dibantu oleh Kerajaan Demak saat itu.

Singkat cerita, kerajaan Pajajaran hampir saja memenangkan perang tersebut. Namun, ketika Kerajaan Cirebon terdesak, bala bantuan dari kerajaan Demak datang dan membantu Kerajaan Cirebon memenangkan perang.

Image Source: padjadjaranhotels.com
Strategi yang tidak terduga ini membuat Laskar Galuh milik Kerajaan Pajajaran panik dan menghadapai gabungan Kerajaan Cirebon dan Demak. Hal ini dikarenakaan persenjataan dari dua Kerajaan yaitu Cirebon dan Demak berupa meriam mampu melumpuh persenjataan Pajajaran yang hanya bermodalkan tombak dan anak panah.

Karena kekalahan ini pasukan Pajajaran terdesak kalah dan mundur. Hal ini yang membuat Prabu Surawisesa membuat Prasasti Batu Tulis yang mengakui bahwa dirinya tidak mampu mempertahankan kekuasaan kerajaan Pajajaran di masa itu.

Sisa-sisa kerajaan Pajajaran ini kemudian tergerus seiringnya waktu dan memasuki zaman modern seperti sekarang ini. Tidak ada lagi Istana Kerajaan yang megah milik Pajajaran.

Hal yang tersisa adalah reruntuhan demi reruntuhan yang merupakan sisa-sisa dari kerajaan Pajajaran. Namun, penelitian sejarah yang dilakukan setelah masa pra-sejarah berhasil menemukan Prasasti Batu Tulis dan mengabadikannya menjadi sebuah catatan sejarah penting bagi Indonesia saat ini.

Nah, jika kita berkunjung ke tempat wisata di Bogor yang satu ini pada masa sekarang, maka kita akan menemukan beragam jenis batu-batu yang berasal dari sisa-sisa dari kejayaan kerajaan Pajajaran.

Beberapa batu yang akan kita temukan saat mengunjungi Batu Tulis ini di antaranya adalah batu datar, batu tega, batu relief, dan masih banyak batu-batu lainnya.

Image Source: padjadjaranhotels.com
Setiap batu memiliki ceritanya sendiri-sendiri. Penasaran? Berikut makna dari batu-batu lain dari sisa-sisa sejarah Kerajaan Pajajaran ini.

1. Batu berbentuk lingga
Batu lingga atau dikenal juga dengan lambang kesuburan merupakan tanda kekuasaan Prabu Siliwangi. Batu ini melambangkan kekuatan dari Raja yang mampu melindungi negara serta kerajaan dari ancaman musuh-musuhnya.

2. Jejak kaki Prabu Siliwangi
Batu berikutnya adalah batu yang melambangkan jejak telapak kaki Prabu Siliwangi di masa kejayaannya. Batu ini menandakan Prabu Siliwangi adalah Raja yang kuat dan tidak terkalahkan saat itu.

3. Batu Gigilang
Batu yang satu ini menurut catatan sejarah digunakan sebagai tempat duduk untuk upacara penobatan Raja. 

4. Batu untuk menambatkan kuda-kuda
Terakhir batu yang cukup mencolok adalah tumpukan batu besar pada satu titik di sekitar museum Batu Tulis. Batu ini dipercaya sebagai tempat untuk menambatkan kuda-kuda milik kerajaan di masa lalu. 

Penasaran dengan tempat wisata di Bogor yang satu ini? Langsung saja mengarah ke daerah Bogor Selatan, tepatnya di kawasan Cipaku. Tempat yang sangat cocok bagi kamu untuk menikmati liburan di bulan Desember istimewa ini.

Jika menggunakan mobil pribadi kita bisa langsung keluar dari Tol Jagorawi di Terminal Baranangsiang dan langsung melintasi Jalan Pajajaran dan kemudian dilanjutkan dengan belok menuju Jalan Siliwangi.

Ikuti petunjuk jalannya dan langsung menuju Lawan Gintung dan kemudian kita akan bisa langsung menuju daerah Cipaku, tempat Batu Tulis dan sisa-sisa kerajaan Pajajaran bersemayam.

You Might Also Like

3 komentar

  1. Halooo mba, aku mampir lagi nih ke blogmu. Aku terakhir mampir tahun 2015 waktu kamu infokan soal Liebster Awards hehe.. follow balik ya mba dan sering mampir mampir hehe. Thankyouuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Ery.. wah aku aja udah lupa, itu masa-masa alay ngeblog hehe. Iya, aku beberapa kali mampir ke blogmu. Baca cerita tentang film aku jadi rinduuu nulis script film pendek. Btw, kamu komen di postingan 'iklan' haha

      Delete
  2. Wah saya baru tahu nih mbak di Bogor ada prasasti sejarah. Makasih infonya

    ReplyDelete

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Forum Lingkar Pena Sidoarjo

Friends

Community