Percaya Bahwa Kau Mampu

Saturday, June 17, 2017

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

image source: freepik.com
Aku ingin bercerita, tentang sesuatu yang membuat haru, sesuatu yang membuat optimis, hehe lebay ah. Jadi, sejak SMA aku sangat sangat sangat tidak suka (bukan benci, hanya tidak suka) dengan yang namanya matematika, sampai sekarang sih. Tapi siapa sangka, saat menjadi mahasiswi, Allah memberiku amanah untuk menjadi guru les privat matematika untuk anak SD. Iya, khusus matematika saja. Ditambah siswi yang kutemani belajar itu sama sepertiku, sangaaaat tidak suka matematika hahahaa.. Akhirnya aku menemukan cara jitu untuk membuatnya menurut dengan arahanku. Aku pakai sistem 'bonus'. Karena dia suka menggambar, selesai belajar matematika aku pasti menemaninya belajar menggambar. Sekarang hasil gambarnya jauuuuh di atasku. Aku mah apa, gambarannya acak adut, sama kayak orangnya.


Siapa sangka pula, aku justru menjadi guru privat favoritnya. Ketika aku harus berhenti mengajar, dia dua kali ganti guru privat karena merasa tidak cocok. Akhirnya ibunya menghubungiku lagi dan membujukku untuk mengajarnya kembali. "Baik, Bu, tapi sampai ujian nasional saja ya." Saat dia SMP aku sudah tidak bisa mengajarnya lagi. Kenapa?? Ya karena pelajarannya makin rumit, pelajaran matematika anak SMP sekarang sama dulu udah beda! Aku tidak mau menjadi guru yang tidak profesional. Matematika bukan keahlianku, aku hanya mampu jika itu masih pelajaran anak SD, hehe. Jadi aku memutuskan untuk tidak lanjut menjadi guru lesnya.

Beberapa tahun kemudian, cielah makin tua haha, aku sekarang bekerja sebagai copywriter di sebuah NGO yang berpusat di Jakarta. Dulu saat masih sekolah, selain matematika, aku juga tidak suka jika harus membuat naskah pidato, tak pandai aku berbasa-basi. Tipikal orang yang to the point. Tapi saat bekerja di NGO ini, hwadalaaah.. aku diberikan sebuah kehormatan, haha lebay lagi, maksudku tantangan untuk membuat naskah pidato. Tettoooooot.. iki piye iki piye, mamakeee, anakmu bingung! Direkturku memberi amanah untuk membuat naskah pidato buat Ibu Menlu! Gak tanggung-tanggung, Menlu! Sekalinya bikin pidato malah buat Ibu Menlu! Menlu! Menlu! Menlu! Aku ngelu! hahahaa.. Tapi Alhamdulillah, i did it, man! Yaa meski yang men-translate Bapak direktur sendiri karena awalnya minta bahasa Indonesia tapi ternyata request-nya pakai English. Modyar! Direkturku 'diteror' sama Ibu Menlu jadi beliau sendiri yang turun tangan karena diburu deadline. Kocak banget pokoknya kalau baca chat curhatan beliau.


Beberapa bulan kemudian, saat akan tidur sekitar jam 10 malam, ponselku bunyi. Aku cek dulu, deh. Aduuuh.. tahu begitu aku baca paginya saja haha. Ternyata yang mengirim pesan adalah Pak Direktur. Beliau minta tolong untuk dibuatkan naskah pidato (LAGI!), tapi kali ini untuk beliau sendiri tentang penggalangan dana kemanusiaan. Karena aku tidak mau mengecewakan beliau yang percaya padaku, tentu aku mengiyakan untuk membuatkan naskah tersebut. Yang bikin bahagia adalah ketika beliau merespon bahwa naskahnya 'keren' adudududuuuu aku terharu! Sebenarnya bagiku naskahnya biasa saja, tapi lumayanlah karena bikinnya pakai mikir (YAIYALAH ZI, MASA GA MIKIR?!).

Demikianlah cerita mengharukan kali ini, lebay ya? hehe. Terkadang kita meragukan kemampuan kita, padahal orang lain percaya bahwa kita bisa melakukan hal yang bagi kita mustahil. Jadi, jangan pernah pesimis terhadap tantangan-tantangan yang ada di depan kita, hadapi saja dengan gagah. Yakin Allah pasti memberi kemudahan di balik kesulitan yang kita alami. Insya Allah, percayalah bahwa kau mampu!

You Might Also Like

5 komentar

  1. tosss! #antimatematikaclub
    anak ipa yang tidak pandai matematika, yaitu saya XD

    ruaaar biasa lah konco magangku iki, naskah nya dipakai buat pidato orang penting di Indonesia *prokprokprok*. next, dapet orderan (yah orderan lu kata? kaya apa aja haha) naskah pidato buat siapa? kita tunggu ceritanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaa aku pisaaan.. mesti ngantuk pas wayahe matematika. betewe mending bikin artikel timbang naskah pidato, Nu XD

      Delete
  2. Wah mani samaan, aku juga antimatematika, dan SMA masuk IPS..hehe

    Gak lebay ko, intinya ini cerita bikin nostalgia. Banyak banget ya, cerita saat sekolah yang teringat saat ini. Terkadang suka ingin kembali ke masa itu..hehe

    Btw, salam kenal ya. Tapi, kalau gak salah aku gak asing banget sama blog ini, entah kapan aku terakhir maen kesini...hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mas Andi, salam kenal juga. Aku pun nggak asing sama namamu, haha

      Iya aku jarang update dan blog walking bbrp bulan ini. Jadi blogku sendiri juga terlupakan. Nggak nyangka ada comment masuk hehe

      Delete
    2. Hallow juga, udah lama maen lagi kesini, dulu Agustus, sekarang september.. Belum ada updaten nih..he

      Delete

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Facebook

Friends

Community