The Wall

Tuesday, May 09, 2017

dinding itu tidak retak, tapi rapuh
ketika aku bersandar padanya, hampir saja ia roboh
aku segera menahannya, aku tak ingin ia runtuh
dinding itu tidak hitam, tapi juga tidak berwarna putih
ada noda di sana
kesepian, kesedihan, kehampaan
entah apa yang membuatnya demikian
aku pun masih mencari tahu
satu yang aku takutkan
jika dinding itu adalah diriku sendiri
semoga bukan, Ya, Tuhan

---

Sudah sekitar dua minggu aku seperti kelelahan, lelah dengan emosi yang sulit sekali dikendalikan. Ketika aku merasa kecewa dan marah dengan orang lain, entah kenapa aku tidak bisa meluapkannya dengan baik. Jatuhnya justru aku marah dengan diriku sendiri dan ingin pergi jauh. Aku ingin pulang. Puncaknya dua hari ini.. ketika apa yang aku khawatirkan benar-benar terjadi. Rasanya tak tahan, sesak, padahal semalam aku sudah bisa tertawa karena candaan salah satu sahabatku via telepon. Hari ini aku kembali bersedih. Aku tidak kuat melihat apa yang ada di hadapanku. Meski aku sadar betul bahwa aku tidak bisa memaksakan kehendakku, tapi aku sungguh tidak habis pikir kenapa ini bisa terjadi. Allah, bolehkah aku pulang? Tapi targetku belum selesai. Semoga aku bisa sabar. Bismillah.. Allah, mohon kuatkan.

You Might Also Like

0 komentar

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Forum Lingkar Pena Sidoarjo

Friends

Community