Sahabatku, Semangatku, Inspirasiku

Thursday, April 13, 2017

Ki-Ka: Sachan, aku, dan Fani saat menghadiri bunkasai Univ. Brawijaya (2013)
Aku mengenalnya sekitar tahun 2009, ramah, selalu tersenyum, dikelilingi banyak teman, dan pintar. Gadis itu bernama Sari, dan lebih akrab dipanggil Sachan. Kami dipertemukan saat kelas sebelas SMA. Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba dia sering bercerita dan menganggapku sahabatnya. Aku yang sebelumnya tak terlalu suka dengan kata sahabat--lebih suka menyebut teman baik, akhirnya tersentuh dan ingin sekali menjaga persahabatan kami.

Singkat cerita, ketika lulus SMA, aku tiga kali gagal tes masuk perguruan tinggi. Aku pun memilih bekerja selama lima bulan lalu menyiapkan diri untuk tes masuk kuliah di tahun berikutnya. Selama masa 'menunggu', Sachan adalah salah satu sahabat yang selalu memberiku semangat. Meskipun saat itu dia melanjutkan kuliah di luar kota, kami masih menjalin komunikasi dengan baik. Bahkan pernah suatu hari, aku diperbolehkan keluarganya untuk ikut bersama mereka mengunjungi Sachan di kota tempat dia menjalani strata satu. Saat berkunjung ke kampusnya, dalam hati aku pun berdoa, aku pasti bisa melanjutkan kuliah, sama seperti sahabatku ini. Bagiku, dia adalah inspirasi.

Meskipun aku berteman baik dengan Sachan, aku juga sangat akrab dengan adik dan mamanya. Aku juga mengenal papa dan kakak laki-lakinya. Meskipun Sachan berada di luar kota, aku terkadang tetap berkunjung ke rumahnya untuk berbincang dengan adik dan mamanya. Hangat, itulah yang hatiku rasakan. Dita, adiknya, sudah kuanggap adikku sendiri. Dan Tante Emie, mamanya Sachan, sudah kuanggap ibu keduaku.

Bagi Sachan, belajar adalah hobinya. Tak heran jika dia sangat pintar, meskipun terkadang dia merasa tak percaya diri, entah kenapa aku yakin dia pasti bisa melalui tantangan yang sedang dia hadapi. Tanpa sadar, Sachan menginspirasiku. Di tahun 2011, aku berhasil diterima di salah satu universitas di Surabaya. Yang membuatku bersyukur adalah aku bisa mendaftarkan diri dengan biaya tabunganku bekerja selama beberapa bulan. Aku pasti tak bisa melalui semua itu seorang diri tanpa dukungan keluarga dan sahabat-sahabat baikku, salah satunya Sachan.

Aku kuliah di Surabaya, dia di Malang, kesibukan masing-masing tak membuat kami lupa satu sama lain. Saat dia pulang, kami pasti membuat agenda pertemuan, mengobrol apa saja yang bisa diceritakan, termasuk membicarakan impian di masa depan. Terkadang aku juga mengunjunginya di Kota Malang, bersama sahabat kami yang lain, seperti saat acara bunkasai (Festival Jepang). Saat Sachan wisuda, aku juga berkunjung ke sana bersama Rubi dan Rika, teman baik kami, sayangnya saat itu Fani (sahabat kami) sedang sakit dan tidak bisa bergabung.

Saat tahu kami datang ke acara wisudanya, dia sangat terkejut dan terharu. Aku langsung memeluknya. Terima kasih, Om Bambang, telah mengabadikan momen pelukan yang membuatku merindukannya saat menulis cerita ini. Apakah aku menyayanginya? Aku rasa siapapun yang membaca tulisan ini bisa menebak jawabannya.

Sachan's Graduation (2014)
Setelah lulus dari Universitas Brawijaya, Sachan meniti karir sebagai seorang programer di sebuah perusahaan. Sebenarnya dia sudah bekerja part time di tempat itu sejak masa kuliah. Dulu, Sachan juga seorang asisten dosen. Masya Allah, sahabatku satu ini selalu mampu membuatku berdecak kagum. Ingin lebih berkembang, Sachan pun berusaha berkarir di perusahaan lain. Dia diterima di sebuah perusahaan media yang cukup besar di ibukota. Jarak kami makin jauh. Sidoarjo-Malang, menjadi Sidoarjo-Jakarta.

Saat aku wisuda kuliah, kebetulan Sachan sedang pulang ke Surabaya dan menyempatkan diri untuk menemuiku bersama adiknya. Rasanya seperti mimpi. Aku bisa menyelesaikan kuliahku dengan cukup baik. Sachan telah menjadi salah satu inspirasiku hingga aku bisa sampai ke tahap ini.

"Siapa yang berjalan di jalannya akan sampai pada tujuan", kalimat itu selalu aku ingat dengan baik. Disela-sela bekerja, Sachan masih sempat belajar dan apply beasiswa S2. Dia pun resign dan terbang ke negeri sakura untuk melanjutkan impiannya. Masya Allah, kau sampai di negeri impianmu, sahabatku. Apakah impianmu akan berhenti di negeri itu? Tentu tidak. Perjalanan kita masih panjang, kan? Insya Allah.


Foto Sachan dengan izin darinya (2017)
Saat ini, aku bekerja di Jakarta. Kota di mana Sachan pernah merantau. Akankah aku bisa menyusulnya ke negeri matahari terbit itu? Masa depan siapa yang tahu? Tapi sungguh aku ingin sekali bisa menyusulnya ke sana. Berfoto berdua di bawah pohon sakura dan mengenakan sepatu yang sama. Sachan, aku ingin sekali memberinya hadiah sepatu merah. Warna favoritnya.
Image Source: www.elevenia.co.id/ctg-sepatu
Aku tidak ingin mengikutimu. Aku ingin berjalan di sampingmu. Langkah-langkah kaki kita akan berjalan seirama. Terima kasih atas semangat dan inspirasi yang tanpa sengaja selalu kau tunjukkan padaku.

You Might Also Like

6 komentar

  1. aaaa, jepang! nihon!

    kece zi, semoga bisa nyusul sahabatmu ke "negeri impian" itu
    aamiin

    ReplyDelete
  2. waah alhamdulillah.. alhamdulillah km dipertemukan dg sahabat sebaik Sachan, Zi.. insyaallah Allah juga mengabulkan doa doamu Zi.. Amin

    ReplyDelete
  3. wah keren nih, tidak putus komunikasi dengan sahabat karib dari SMA. klo aku kawan SD banyak yg sudah nggk ada kabar lagi dan susah dihubungi....T_T

    inspirasi bisa datang darimana saja. dari kawan, buku, film, dll. yang penting ambil dari yg positif seperti kawan kakak diatas.

    semoga persahabatan kalian abadi iya ^_^

    ReplyDelete
  4. Termasuk beruntung lho bisa punya sahabat kayak Sachan, bener-bener memotivasi banget orangnya. Sukses terus ya buat kamu & Sachan!

    ReplyDelete
  5. Aaaaakkk keren ih Sachan bisa sampai ke negeri Sakura jadi pengin foto2 di sana dan tentunya dapat beasiswa S2 juga hhihiii
    Semoga sepatu merahnya menjadikan hadiah terindah yaaa Jia :)

    ReplyDelete
  6. Masyallah sekali kak Sachan :'') pasti bangga bgt keluarganya.. aku juga kepingin dri dulu ke jepangggg liat sakura mekar😣😣😣 semoga hadiah sepatu merahnya di sukai ka sachan yaa aminn

    ReplyDelete

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Facebook

Friends

Community