Perjalanan Masih Berlanjut

Friday, April 14, 2017

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Part of me. Photo by Mas Reiga
Sejak awal bekerja di Jakarta, aku ingin sekali bisa rutin menulis di blog tentang hal-hal yang aku alami dan aku kerjakan setiap harinya. Seperti saat aku magang di Jogja dulu, tiap weekend aku selalu menulis tentang tugas-tugasku selama satu minggu. Begitu seterusnya sampai magang berakhir. Tapi, saat di Jakarta, aku bingung mau nulis apa di blog. Seringnya malah nulis sajak, hehe.

Beberapa hari lalu sebelum aku menulis postingan ini, aku membaca sebuah comment dari Wisnu--teman magangku dulu, di salah satu post blog. Dia menulis kalau sedang menunggu cerita-ceritaku selama di Jakarta. Hwaaa makasih ya, Nu, mood ngeblog jadi balik lagi nih. Gak mau kalah sama kamu yang blognya sekarang lebih keren daripada blogku, wkwk.

Malam ini, aku menonton Alice Through the Looking Glass, suka sekali dengan ceritanya. Alice yakin bahwa, "The only way to achieve the impossible is to believe it is possible." Hey, that's true! If you believe on your dream, you have to pursue it. Never allow anyone to stop you. Believe that Allah will make it happen. Dulu rasanya mustahil bisa melanjutkan kuliah dan pergi ke luar kota, tapi aku percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Terus berdoa, berusaha, dan yakin. Itu saja kuncinya. Siapa sangka saat ini aku benar-benar merasakan jadi anak rantau di ibukota.

Sejak awal November 2016 hingga tulisan ini diposting, banyak hal-hal baru yang aku kerjakan terkait bidang yang sedang kudalami. Membuat narasi video profil, nyusun annual report lembaga, bikin proposal buat marketing, pernah juga diamanahi bikin naskah pidato buat Ibu Menlu wkwk apalah gueee yang cuma pernah bikin naskah pidato tugas sekolah jaman SMA. Sebenarnya masih banyak lagi yang kukerjakan, tapi yaudalah gak perlu disebutin.

Rasanya nggak nyangka bisa jadi Copywriter di NGO, hehe, tapi ini bukan mimpi. Apakah profesi ini keren? Menurutku biasa saja. Semua pekerjaan adalah sama. Sama-sama punya resiko dan tantangannya masing-masing. Menurutku, apa yang kita kerjakan akan menjadi keren di mata Allah, salah satunya bergantung terhadap kebermanfaatan yang dihasilkan. Menurutku sih, gak tahu lagi, hehe.

Kerjaku sekarang kayak permen yang rasanya manis, asam, asin, pahit, pedas, dan sebagainya. Banyak banget gejolak emosi yang aku rasain, tanggung jawab dan tantangan yang harus aku selesaikan dengan baik. Pernah terpikir buat nyerah, tapi kalau aku ingat semangat dari orang-orang yang mendukungku, aku jadi optimis lagi. Contohnya semangat dari manager dan direkturku, mereka saja percaya kalau aku mampu, masa aku sendiri malah nggak percaya diri? Aku nggak mau mengecewakan mereka. Aku juga nggak mau mengecewakan keluarga dan sahabat-sahabatku. Dan tentunya aku gak mau mengecewakan diriku sendiri. Perjalanan harus dilanjutkan. Bukankah sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan?


إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
"Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." QS. Al-Insyirah: 6

You Might Also Like

1 komentar

  1. apalah aku ini, cuma blogger newbie yang masih penasaran bagaimana menangin lomba blog XD *kalah terus wkwkwk

    nah itu zi, aku tanya kenapa ngga share pengalaman kerja di jakarta karena pernah baca blogpostmu yg dulu rutin banget nulis pengalaman jaman magang. itu tak baca dari awal-akhir lho...gara-gara penasaran pengen flashback selama magang di jogja

    ReplyDelete

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Facebook

Friends

Community