Menjadi Cahaya

Sunday, November 06, 2016

Image Source: uniqpost.com

Teringat novel yang kubeli beberapa bulan lalu, karya Iwan Setyawan yang berjudul "Ibuk..". Hei, sebelas dua belas lah yaa.. bedanya aku masih ditahap ecek-ecek. Kalau ibunya kak Iwan gak bisa jauh dari anak lelakinya, ibuku gak bisa jauh dari anak bungsunya.

Begitulah, hanya doa dan harapan yang bisa menguatkan. Seperti cerita kak Iwan, aku juga memiliki cerita yang sejenis. Aku masih ingat betul cerita ibu tentang mimpi sewaktu hamil anak bungsunya ini. "Bulan bersinar terang sekali", begitu katanya. Seolah tanda bahwa cahaya yang terang dan mendamaikan itu adalah masa depan si bayi.

Aku ingin seperti cahaya bulan itu, Bu. Cahaya yang tidak menyakiti, cahaya yang menenangkan. Cahaya yang menciptakan senyum bagi siapapun yang melihatnya. Cahaya yang menerangi kelamnya kehidupan. Indah sekali, bukan?

Bersabarlah, Bu. Cahaya itu hanya akan muncul ketika kesabaran dan keteguhan ada di hati kita.


Jakarta, 6 November 2016
7.30 PM
 
JY

You Might Also Like

2 komentar

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Forum Lingkar Pena Sidoarjo

Friends

Community