Book Review: Catalyst

Doc. Pribadi
Catalyst
Penulis: Laurie Halse Anderson
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 264 halaman
Tahun terbit: 2011
Kategori: Novel Dewasa
Rating (Jia Yuuki): 3/5

Blurb:

Kate Malone: pintar, mendapat nilai A untuk semua mata pelajaran, anak perempuan pendeta, dan pelari jarak jauh. Ia mampu mengatur hidupnya dengan baik dan menghabiskan waktu mengatur keluarganya sementara pada saat yang sama mencoba diterima di universitas impiannya, MIT. Ia sering berlari pada malam hari untuk melupakan masalah. Berlari jauh dan cepat melegakan kepalanya.

Kate menghabiskan waktu di sekolah dengan teman-teman dan pacarnya, Mitch, sambil menunggu surat datang dari MIT. Ketika akhirnya surat itu datang, dunia teratur Kate hancur berantakan karena MIT memutuskan ia belum bisa bergabung dengan mereka. Dunianya bertambah rumit ketika ayahnya memutuskan untuk menyediakan atap bagi musuh kecilnya, Terry Litch, dan adik Terry yang sangat menggemaskan.

Dapatkan Kate membuat hidupnya normal kembali sebelum ia menjadi gila?

Review:

Diskon baju bisa ku tahan, bahkan terkadang tak tertarik. Tapi diskon buku? Maafkan kekhilafanku. Dengan harga lima ribu rupiah saja aku membawa Novel Catalyst ini pulang ke rumah, tanpa melihat barcode. Pantas saja harganya murah, novel ini terbit lima tahun yang lalu.
Novel Catalyst memakai sudut pandang orang pertama, yaitu tokoh Kate sendiri. Gadis dengan karakter pemberontak tapi tidak pernah melakukan pemberontakkan. Kalaupun ia melakukannya, dia hanya merugikan dirinya sendiri. Itu hanya pendapatku, sih.

Cerita diawali dengan kehidupan sekolah Kate, kegiatan mengurus ayah dan adiknya--Toby, serta harapan diterimanya ia di MIT. Kate terlampau percaya diri, dia hanya memilih MIT dan yakin akan diterima di sekolah itu. Dia benar-benar nekat tidak mendaftar di sekolah lain. Hingga suatu hari ia mendapat email yang berisi penolakan dari MIT.

Kate, I know your feeling. Tentu saja Kate kecewa, sedih, hancur, atau apapun padanan kata yang cocok untuk situasi yang menimpanya. Permasalahan bertambah saat keluarga Litch--tetangga Kate--mengalami musibah. Terry Litch dan Mikey harus tinggal di rumah Kate. Bisa dibilang, Terry adalah orang yang paling menyebalkan bagi Kate. Masalah demi masalah bermunculan di hadapan Kate, tak hanya itu, masalah yang buruk juga menimpa Terry. Amat buruk. Bahkan aku tak sanggup membayangkan hal itu terjadi di kehidupan nyata.
Menurutku, Judul Catalyst yang digunakan oleh Laurie sangat pas. Kate dan Terry, mereka seperti katalisator satu sama lain, orang atau sesuatu yang menyebabkan terjadinya perubahan dan menimbulkan kejadian baru.

"Katalisator adalah zat yang menambah kecepatan reaksi. Katalisator dimasukkan ke salah satu tahap reaksi, lalu nantinya diregenarasikan kembali dalam proses itu. Katalisator tidak habis terpakai, ia menciptakan jalur energi baru yang lebih rendah dalam reaksi tersebut." (Catalyst, hlm 81.)

Setelah aku melahap habis isi buku ini, ada hal positif yang aku dapatkan. Aku harap kalimat ini bisa menjadi pengingat agar kita tak banyak mengeluh dan semakin kuat menghadapi permasalahan.

"Mungkin kau mengganggap hidupmu telah hancur, tidak, itu tidak benar.
Kau hanya perlu melihat ke arah lain, bisa jadi di seberang sana ada yang lebih bersedih hatinya. Lebih hancur berkeping-keping. Mengapa tidak bergandengan tangan, saling menguatkan, dan kembali bangkit bersama?
Seperti Kate dan Terry." - JY

Buat kamu penyuka ilmu fisika dan kimia, buku ini sepertinya cocok dibaca. Di setiap bab pasti ditemukan tips-tips yang mungkin bisa diterapkan di laboratorium pribadi atau sekolah. Bisa jadi tak ada relevansi dengan isi cerita, atau jangan-jangan Laurie mengutipnya dari buku diary Kate? :) Who knows?

2 comments:

  1. Sekedar info, sekarang di bukabuku.com lagi ada diskon besar-besaran untuk novel terbitan Mizan lho. Kemaren malem aja gua ga tahan, masukin banyak ke dalem keranjang belanjaan hehehe. Abisnya, bukunya sekarang harganya jadi sekitar 7000-12000 sih, MANA TAHAANNNN hahaha. Ga tau bukunya bagus atau ngga, tapi akhirnya gua beli lumayan banyak hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mantap! thank infonya Ka Kev, hahaa

      Delete

Thank you for reading. What do you think about the article above?