Sharing Ilmu Entrepreneurship oleh Para Mentor & Entrepreneur Endeavor

Tuesday, April 26, 2016

Kata entrepreneurship sudah bukan menjadi hal asing ditelinga mahasiswa. Saat ini sudah banyak ditemukan studentpreneur di berbagai kampus di Indonesia. Ketika lulus kuliah lalu berlomba mendapatkan pekerjaan di berbagai perusahaan ternama adalah suatu hal yang lumrah, namun ketika seorang mahasiswa memutuskan untuk memulai usaha dan berkomitmen mengembangkan usaha tersebut ketika telah lulus kuliah adalah suatu hal yang patut diapresiasi dengan bangga.

Mengapa harus diapresiasi? Karena tentu banyak sekali hal yang harus mereka korbankan, tenaga, waktu, modal, bahkan terkadang penolakan dari keluarga juga dialami. Hanya tekad kuat dan komitmen yang mampu menjadikan mereka sebagai entrepreneur handal.

Untuk menjadi seorang entrepreuneur, penting sekali memiliki mentor atau guru agar usaha tersebut mengalami kemajuan (progress). Apabila kita tidak memiliki mentor khusus, setidaknya kita harus terus belajar di berbagai kesempatan yang ada, baik itu seminar, talkshow, bahkan mengikuti kelas-kelas pelatihan pengembangan bisnis, dan sebagainya.

Beberapa waktu lalu, bertempat di gedung rektorat Kamus C Universitas Airlangga, Endeavor Indonesia mendatangkan beberapa mentor dan entrepreneur yang tergabung di Endeavor untuk membagi ilmunya kepada para mahasiswa dan fresh graduates mengenai entrepreneurship. Berikut beberapa hal yang menjadi catatan penting dari jawaban-jawaban yang terlontar oleh para mentor (Luke Roush dari Sovereign’s Capital, Bruno Wauters dari Tractuz Indonesia Jaya) dan entrepreneur Endeavor (Dr. Grace Judio Kahl dari Light House Indonesia, Jody Dharmawan dari Lee Cooper Indonesia, Aaron Fishman dari East Bali Cashew, Hendy Setiono dari Kebab Turki Baba Rafi, dan Odi Anindito dari Coffee Toffee).

  • Entrepreneurship selalu berawal dari sebuah masalah yang kemudian diciptakan solusinya untuk jangka panjang. Itulah mengapa para entrepreneur harus melakukan penelitian secara berkala untuk menciptakan inovasi.
  • Branding adalah sebuah storytelling. Bagaimana sebuah usaha memberikan cerita di balik produknya.
  • Setiap produk yang diciptakan oleh seorang entrepreneur harus berbeda dari produk sejenis, berbeda di sini bisa diartikan sebagai sebuah uniqueness, contohnya kekuatan storytelling untuk menyebarkan konsep usaha.
  • Ke-lokal-an yang dimiliki oleh Coffee Toffee bukanlah sebuah kelemahan (weakness), melainkan sebuah kekuatan (strength). Sehingga storytelling yang ingin diberikan oleh Coffee Toffee adalah semangat kebanggaan minum kopi Indonesia
  • Ketika merasa lelah di tengah menjalankan bisnis, cara terbaik menyegarkan pikiran kita dan mengembalikan semangat berwirausaha adalah dengan memperhatikan secara seksama orang-orang di sekitar yang telah mendukung, mendoakan, dan memiliki visi serta misi yang sama.
  • Ketika memutuskan untuk mendirikan dan mengembangkan sebuah usaha, harus dipustuskan dengan berani mengambil resiko dan memberikan 100% effort terbaik.
  • Kelilingi diri dengan orang-orang yang positif.
  • Ketika kita telah menentukan target-target, segera cari seorang mentor yang tepat yang memiliki sepak terjang sesuai dengan target ingin kita lampaui. Tentunya orang tersebut memiliki niat untuk giving back di dunia entreprenenurship sebagai mentor. Jangan berekspektasi terlalu tinggi bahwa mentor akan memberitahu kepada kita apa-apa yang harus dilakukan, melainkan ambillah sesuatu untuk diimplementasikan ke dalam usaha. 
  • Seorang mentor bisa datang dari mana saja dan siapa saja, terkadang kita yang tidak berkenan mendengar apa yang sebaiknya kita dengar.
  • Dalam menumbuhkembangkan sebuah usaha, baiknya kita mencari tim terbaik kemudian menyamakan misi dan visi. Pun dasari usaha tersebut dengan passion dan value, lalu segera kerjakan! Jangan lupa mendefinisikan kata sukses menurut kita sendiri.
  • The last, semua hanya titipan Allah. Apa yang telah Allah beri kepada kita bisa diambil sewaktu-waktu, maka yang peru kita lakukan hanyalah melakukan yang terbaik dan bertawakkal kepada-Nya.

Wassalam.

You Might Also Like

0 komentar

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Forum Lingkar Pena Sidoarjo

Friends

Community