Desember Istimewa: Traveling Ekstrim Penuh Makna (1)

Tuesday, December 15, 2015

Berawal dari ajakan seorang teman untuk menemaninya menjamu tamu dari negara Thailand--Em dan Pi (nama samaran), aku mengiyakan karena sekaligus sebagai hadiah untuk diriku sendiri yang rindu melakukan perjalanan setelah berdiam terlalu lama. Perjalanan kali ini bukan dengan bus, kereta, atau pesawat terbang, tapi dengan mobil dan kaki. Iya, KAKI! 

First place yang dikunjungi adalah pegunungan tengger. Em dan Pi ingin sekali melihat sunrise di dekat gunung bromo (karena saat itu gunung bromo tidak sedang bersahabat, jadi hanya tempat tertentu yang bisa dikunjungi) . Berangkat sekitar pukul sebelas malam dari tempat tinggal temanku. Di dalam mobil, kami berbincang sebentar, Em sepertinya orang yang sangat riang dan penuh semangat, sedangkan Pi orang yang tenang dan murah senyum. Tak lama setelah itu kami tertidur. Sekitaran jam dua kami berhenti di rumah seorang penduduk yang di depan rumahnya telah terparkir jeep--kendaraan kami menuju pos pendakian.

Aku cukup bersemangat, karena ini juga pertama kali untukku  melihat gunung bromo secara langsung, sama seperti Em dan Pi. Aku bukan pendaki, tapi ingin sekali merasakan pendakian. Beberapa menit setelah perjalanan dengan jeep, kami sampai di tempat di mana perjalanan harus dimulai dengan berjalan kaki, dan medan yang menanjak. Ya Tuhan, itu adalah pertama kalinya harus berjalan saat dini hari, tanpa pemanasan, disaat cuaca dingin, dan disaat menstruasi!! Ngos-ngosan pastinya, tapi melihat Em dan Pi, aku jadi malu sendiri. Mereka keren, fisik mereka sangat kuat dan merasa biasa saja dengan kondisi di pegunungan. Bisa jadi karena mereka juga tinggal di wilayah serupa. Lah daku?? Seonggok makhluk perbatasan dua kota.

Meski lelah, aku puas karena impianku sejak dulu untuk melihat sekumpulan bintang yang sering disebut Milky Way itu telah terwujud. Kumpulan bintang itu sangat cantik, sayang aku tidak bisa memotretnya karena kamera ponselku tak bisa menjangkau. Tapi tak apa. Bukankah kamera ciptaan-Nya adalah yang terbaik (baca: mata)? Sampai di penanjakan dua, udara  benar-benar dingin, dinginnya seolah menusuk hidung bagi yang nggak biasa sepertiku. Di sana aku puas-puasin ngelihat bintang-bintang sambil menunggu sunrise.



Setelah matahari nampak, Em dan Pi mengajak mendaki lagi ke bagian yang lebih tinggi. Naik beberapa tangga, berhenti. Naik lagi beberapa tangga, berhenti lagi. Ampun, berasa tua sekali tulang-tulang ini. Tapi malu sama nenek-nenek yang tadi juga ikutan mendaki. Nenek-nenek saja bisa masa aku enggak? Batinku nggak terima dengan kenyataan itu, wkwkwk. Ditambah ada penampakan ibu-ibu berkerudung lebar yang mendaki dengan menggendong putra kecilnya di punggung. ALLAH, AKU JUGA INGIN BISA KAYAK GITU KALAU SUDAH PUNYA ANAK! *sengaja caps lock karena nggak bisa nyantai, wkwkwk. Ditambah satu lagi ding, Pi bilang kalau kita--aku dan teman-teman Indonesia--masih muda, jadi harus banyak berlatih. Oh, Pi, that's a perfect solution! Banyak berlatih!

Dari bagian atas, bromo kelihatan lebih pendek, tapi bukan karena aku lebih tinggi. Coba kita pikirkan sejenak, jika dari penanjakan dua saja gunung bromo tampak kecil. Bagaimana diri kita bagi Allah yang melihat dari Arsy-Nya? Mungkin kita lebih kecil dari butiran upil *eh. Gitu kok ya masih banyak manusia-manusia sombong nggak ketulungan. Wong cuma upil saja kok sombong. Astaghfirullah. Allah, mohon ampuni kami yaa.


"Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung." (QS. Al Israa': 37)


Setelah puas menikmati keindahan alam, aku dan teman-teman kembali menemui jeep biru yang akan mengantar kami menemui mobil putih untuk menuju destinasi selanjutnya.

To be continue

You Might Also Like

15 komentar

  1. WUIH... KERENNN....

    Senangnya yah.., bisa mendaki di gunung bromo, apalagi melihat langsung sunrise dari atas gunung, saya juga mau ikut, sayang bintangnya tidak bisa difoto, he..he...
    saya sudah bisa membayangkan di atas gunung tengah hari melihat langit dan bintang, kebetulan saya suka tema sky night jadi kalau bisa lihat langsung pasti sangat bagus....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, pemandangan langit berbintang memang bagus. Ayo mendaki, Nov!

      Delete
  2. Salut buat nenek yang masih kuat daki. Foto-foto kamu bagus. Aku belum pernag ke Bromo. Ya cuna lihat foto-foto begini aja.Membaca catatan perjalanan yang kayanya memang seru. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jember dekat kawah ijen, kan? Coba ke situ dulu Vin. Atau sudah? :)

      Delete
  3. Mantap perjuangannya... foto2 nya juga nice banget...
    Kalo bisa foto nenek2 juga di pajang kalo ada.. hehehe

    ReplyDelete
  4. foto-fotonya bagus banget, bikin pengen kesana ... perjuangannya lumayan berat juga ya

    ReplyDelete
  5. Duh... Ji, sekarang kok semuanya diganti? Gak sayang sama link yang kemaren? Kan sama aja memulai dari awal. Tapi, kalo udah keputusannya gitu, mau gimana lagi. :D

    Duh, gue selalu aja bisanya cuman ngiri liat orang-orang bisa naik gunung. Liat awan dari ketinggian. Kapan, ya, gue bisa naik gunung gitu.

    Semoga aja, ada kawab yg ngajak naik gunung. Biar gue tau serunya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Iya, aku memang sedang memulai dari awal, more simple than before xD tetap panggil zia saja, no problem.

      Jangan ngiri. Kapan? Sekarang juga bisa. Kamu wajib ngerasain mendaki. Daripada nunggu diajak, ajak teman-teman kamu :)

      Delete
  6. pemandangannya indah tuh
    duh baca ini juga kayak sambil kena siraman qolbu nih.

    sama kayak mas heru. semoga saya ketemu temen yg doyan mendaki biar bisa diajak. ckckc

    ReplyDelete
  7. Sampai saat ini aku belum pernah ke Bromo, melihat keindahannya hanya lewat gambar.
    Keren ya temen-temen kamu bisa mendaki dan menikmati panorama Indonesia. Aku jg pengin seperti ibu2 yg menggendong anaknya nih hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo, mbak Mei mesti coba mendaki! hhehe

      Delete
  8. bromo emang awesome! benar2 pingin ke jawa timur.
    itu tamu dari thailand bahasa inggrisnya lancar nggak tuh? :")
    pasti em dan pi nama aslinya panjang banget, disingkat jadi cuma 2 huruf..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo ke Jatiiiiim. Kabar2, Jev klo ksini.
      Lancar. Salah satunya bahkan lulusan master di UK. Aku malah yg nggak lancar :(
      Eh nama mereka singkat lho.

      Delete

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Forum Lingkar Pena Sidoarjo

Friends

Community