Bu Ninin, Dosen Favorit!

Friday, November 20, 2015

Siapapun dan di manapun, pasti seorang murid memiliki sosok guru favorit dalam hidupnya. Sama, aku juga punya. Banyak, malah! Salah satunya adalah Bu Suhartini. Dalam kisah ini, kita akan memanggilnya Bu Ninin.

Aku mengenal Bu Ninin sejak semester dua. Saat itu beliau mengajar mata kuliah Statistika. Bayanganku, mata kuliah ini akan sangat menyeramkan. Rumit dan berbelit. Tapi saat mengetahui cara mengajar Bu Ninin yang tegas dan menyenangkan, aku jatuh cinta! Tentu bukan jatuh cinta pada mata kuliahnya, melainkan pada karakter Bu Ninin. Aku jadi bersemangat mengerjakan setiap tugas yang diberikan oleh beliau. Sesulit apapun itu, aku berusaha dengan baik.

Jika banyak dosen lebih berkutat pada teori, Bu Ninin langsung menerjunkan kami untuk praktik penelitian. Teori hanya disampaikan saat dua pertemuan awal dan saat berkonsultasi. Di sela-sela perkuliahan, Bu Ninin juga suka bercerita tentang banyak hal, tentang masa kuliahnya, tentang berbagai karakter mahasiswanya, dan beliau juga sering memberi nasihat dan tips-tips kepada kami. Bahkan dalam hal fashion! Bu Ninin adalah sosok guru, perempuan, yang menginspirasiku. Beliau sangat mandiri dan sederhana. Ke kampus naik motor, kadang-kadang naik mobil, gayanya santai, tenang, namun lugas, dan selalu berbicara apa adanya. Aku tak ingin berlebihan dalam memuji, tapi begitulah Bu Ninin.

Saat naik semester tiga, kelasku bertemu Bu Ninin kembali. Selama dua semester kami mengerjakan penelitian mix method. Singkat cerita, saat akhir semester, Bu Ninin menyampaikan bahwa dari sekitar 125 mahasiswa yang beliau bimbing, hanya ada satu mahasiswa yang nilai mata kuliahnya mendekati sempurna. Tapi beliau tidak menyebut nama mahasiswa itu. Satu lagi decak kagumku pada Bu Ninin. Sering kita berpikir bahwa dengan menunjukkan kepintaran seseorang, menyebut namanya dan memuji berlebihan, akan menjadi motivasi bagi orang lain. Namun menurutku itu justru berpotensi menimbulkan prasangka dan jarak. Prasangka bahwa dalam hidup, manusia terbagi beberapa kelompok. Ada kelompok yang memiliki kemampuan rendah, rata-rata, hingga kelompok dengan predikat superior yang layak dipuji--seringnya pujian itu berlebihan. Hingga akhirnya timbullah jarak. Mereka yang merasa kemampuannya rendah akan selalu mengandalkan si superior dan tidak pernah memberi kesempatan pada dirinya untuk mengeksplorasi kemampuannya. Padahal, jika kelompok itu disatukan, mereka akan saling melengkapi.

Tanpa disadari teman-teman, Bu Ninin memanggilku dan memberiku hadiah. Awalnya aku tidak mengerti, namun kemudian aku paham. Ternyata mahasiswa yang dimaksud Bu Ninin adalah diriku. Aku mengucapkan terima kasih atas hadiah itu, tapi beliau justru berkata, "Sudah, biasa saja." Kejadian itu membuatku menyadari beberapa hal. Ketika kita merasa bahwa kita tidak mampu melakukan sesuatu. Jangan pernah merasa rendah diri. Kita harus selalu optimis dan terus berusaha, karena kita tidak pernah tahu hasil apa yang akan kita capai. Kemudian, saat mengapresiasi seseorang, jangan pernah berlebihan. Hal itu bisa membuat orang yang kita beri apresiasi menjadi besar kepala.

Mengutip sebuah kalimat indah dari karya sastra klasik, "When you see an able and virtuous person, you should try to emulate his example."

You Might Also Like

7 komentar

  1. jadi teringat dosen favoritku. suka mengajar sampai detail dan ramah banget

    ReplyDelete
  2. iya, yang namanya pelajar pasti punya guru favorit. dan guru yang dibenci juga. semoga menang deh lombanya, tadi gue jug amau ikutan.. tapi karena sesuatu nggak jadi deh :")
    mempet banget ngepostnya, deadline nya tanggal 20 kan?

    ReplyDelete
  3. Guru, Pahlawanku. Yup, kata sederhana yang emang pantes banget disandang oleh seluruh guru. Mereka orang-orang yang tak kenal artinya menyerah dalam membuat semua anak didiknya menjadi penuh akan pengetahuan. Gue juga punya guru Favorit, tapi sayangnya dia sudah gak mengajar lagi sekarang. Di masa gue dulu, ia menjadi favorit gue banget.

    Kalo di kuliah, gue juga punya. Tapi... See you again....

    ReplyDelete
  4. Karakter seorang guru yang patut di contoh sepertinya..
    Semua murid pasti ada guru yang sangat ia kagumi dan ia suka pastinya, begitupun sebaliknya.

    Wah, buat lomba ya? Semoga sukses deh (y)

    ReplyDelete
  5. Weh berarti dari 125 orang yang nilainya hampir sempurna itu Kak Zia dong, selamat ya :D
    Aku punya guru favorit gak ya? Kalo dulu SMP ada sih gak tau sekarang kayaknya gak ada cuma ada beberapa yang aku suka tapi gak sampai favorit. Kalo yang dibenci ada banyak, hahah.

    Tapi apapun itu guru yang membuat kita banyak tahu seperti sekarang.

    ReplyDelete
  6. Setdah, dosennya mantep banget. Nggak ngumumin yang terbaik di kelas. Jadi nggak ada yang iri gitu nantinya.

    Iya sih, semua orang pasti punya dosen atau guru favorit, aku juga punya.

    ReplyDelete
  7. Wah selamat ya ternyata kamulah orangnya..mana dikasih jadiah juga..u must be very happy and proud pf urself. Memang guru itu sangan berperan pnting untuk anak didiknya ya. Bahkan pelajaran susah pun kalo diajarin sama guru favorit dn menyenangkan pasti semua terasa jauh lebih mudah. I wanna be that kind of teacher: )

    ReplyDelete

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Forum Lingkar Pena Sidoarjo

Friends

Community