Pilihan

Tuesday, August 04, 2015

Setiap orang berhak menentukan pilihannya, memutuskan sesuatu sesuai keinginannya. Namun, sudahkah kita mempertimbangkan baik dan buruk terhadap pilihan tersebut? Karena oh karena, boleh jadi baik menurut kita belum tentu baik menurut Tuhan. Selalu dibutuhkan pemahaman terbaik agar dampak yang dihasilkan pun baik.

Memilih antara melanjutkan pendidikan tinggi atau segera bekerja selepas SMA/K misalnya. Ada seorang sahabat yang memutuskan bekerja selepas SMA, padahal dia sangat pandai, hampir setiap tahun menjadi juara kelas, tentu ia ingin melanjutkan kuliah. Namun ia memilih bekerja, melepas mimpinya. Buruk kah pilihannya? Belum tentu. Ia memutuskan untuk bekerja, membantu kedua orang tuanya memenuhi biaya pendidikan adiknya. Jika sang adik menjadi orang yang berhasil, tentu sang kakak akan bangga, tak ada pengorbanan yang sia-sia. Keikhlasannya berbalas. Pilihannya tepat, baik.

Pun ketika seorang anak dari keluarga sederhana memutuskan untuk melanjutkan sekolah tinggi,  bukan berarti ia tega membebani kedua orang tuanya. Ia memilih meninggalkan tradisi desa, tanpa meninggalkan pemahaman budi pekerti terhadap kedua orang tuanya. Belajar dan bekerja, memutar otak mencari biaya tambahan untuk membantu biaya pendidikannya. Apakah keputusannya akan membuatnya menjadi kaya? Berhasil dalam karirnya? Belum tentu. Namun ia akan memiliki pemahaman yang berbeda. Kayakinannya bertambah, semakin gigih dan tak mudah menyerah. Meski ia tak pandai, tapi ia mampu belajar melawan kemalasan. Ia memiliki keyakinan, masa depan selalu lebih baik dengan pendidikan. Karena apapun bidang yang ditekuninya, ia akan melakukannya dengan hati dan kejujuran.

Pilihan akan baik jika pemahamannya baik.

You Might Also Like

1 komentar

  1. Good post anyway... just wanna say something, we will get what we are spending our time for. Jajaja.. Really love the last statement of this post.

    Oiya, satu lagi. Mau kuliah atau ndak, mau sekolah atau ndak, yang penting belajar. Wong yang diwajibkan atas manusia adalah belajar, bukan sekolahnya :P hahaha. Kan ada tuh hadistnya, tuntutlah ilmu walau ke negeri china.. Dan menuntut ilmu pun bisa macem-macem jalannya, mungkin itu yang mendasari temen sma mbak nur di atas untuk tidak melanjutkan kuliah.

    ReplyDelete

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Forum Lingkar Pena Sidoarjo

Friends

Community