5 Buku Yang Bikin Merinding

Hai guys, weekend ini aku meluangkan waktu khusus untuk posting blog. Ciyus aku kangen curhaaaaat di blog ini, hahaha~ maklum yak, lagi seru belajar buat ngembangin diri, jadinya jarang posting. :') Tapi percayalah, aku akan tetap menulis kok, kalaupun itu bukan nulis blog, ya nulis skripsi, haha, nulis quote, nulis naskah iklan, nulis proposal, nulis copy social media, nulis fiksi, nulis email, nulis sms, nulis apapun POKOKNYA NULIS ! HAHAHA #sengajacapslock #kumat #whatever :p

Guys, aku yakin semua bakal setuju soal ini: nulis itu penting, tapi membaca juga nggak kalah penting. Betul? Nulis dan membaca itu ibarat ikan teri dan sambal, karena keduanya adalah pasangan sejati yang bakal aku cintai sampai mati. #ikiopo? Makan ikan teri doang tanpa sambal itu nggak bakal maknyuss. Sementara makan sambal doang nggak pakai ikan jelas kurang ajib. Ketika keduanya berkolaborasi, yakinlah.. lidah bakalan dimanjain dengan kenikmatannya. << ini kenapa jadi ngomongin makanan? hihi. Oke kita balik lagi ke topik. Jadi, menulis tanpa diimbangi membaca akan membuat tulisan kita nggak mutu. Ini serius. Karena kita nggak bakal punya stock kata-kata di memori kita, plus miskin referensi. Sementara jika kita imbangi kegiatan menulis dengan membaca, yakinlah, tulisan kita akan lebih berbobot dan berkualitas. Orang lain yang akan membaca tulisan kita juga jadi nyaman saat baca, meskipun nggak semua orang suka, tapi pasti ada aja orang yang suka dengan gaya bahasa kita--semacam karakter bahasa yang kita gunakan saat menyampaikan pesan melalui tulisan.

Berbicara mengenai membaca, kali ini aku bakal share tentang 5 buku bacaan yang bisa bikin aku merinding. Bukan merinding karena ketakutan lho yaaa.. tapi merinding karena isinya benar-benar berkualitas dan berbobot. Penasaran apa aja 5 buku yang bisa bikin merinding versiku? :D Lanjut baca sampai kelar yaaa..

----------

1. Harry Potter and The Deathly Hallows

Siapa yang suka Harry Potter ayo angkat tongkatnyaaaa! Hahaha. Yakin deh, semua sudah tahu siapa itu Harry Potter dan siapa penulis kece yang berhasil bikin cerita fiksi ini jadi mendunia. Yak! Betul, J.K. Rowling itu super duper keren sebagai penulis perempuan yang punya imajinasi liar tak terduga. Effort-nya itu lho, patut dikasih jempol. Meskipun naskahnya pernah ditolak, tapi beliau nggak nyerah. Semangatnya patut ditiru, sekarang bisa kita lihat sendiri kan karyanya bisa WOW bertahun-tahun.

Jujur, meskipun aku suka sama Harry Potter, tapi aku nggak punya satupun novel Harry Potter. :p Dulu aku baca novelnya di perpustakaan sekolah, pinjam ke teman, dan ditawarin untuk meminjam (?), haha. Jadi aku baca seri 1 dan 2 dari pinjam di perpus, seri 4 dan 5 pinjam teman. Lalu saat aku kelas XII SMA, seorang sahabat baik yang super duper holic banget sama Harry Potter tiba-tiba menawarkan sesuatu, "Zi, kamu mau baca Novel HP and The Deathly Hallows, nggak? Seri terakhir. Kalau mau baca, aku pinjamin punyaku." Ajiiiib.. nih anak mimpi apa semalam kok bisa nawarin novelnya untuk dibaca? Hahaha. FYI, dia tuh punya novel itu sejak kita sebangku saat kelas X. Tapi dia nggak mau minjemin tuh novel ke siapapun, soalnya takut nggak bisa jaga bukunya, khawatir novelnya kenapa-napa. Gitu banget yak sangking ngefansnya. :p Pas aku kelar baca tuh novel dan aku balikin, dia kayaknya rada syok gitu, "Zi, ini udah kamu baca??" Aku jawab, "Iya, udah kok." Dan responya begini, "Hm.. Tetap rapi." Huahahahahaa~ ya iyalaaaah, gueeee~ Aku paling nggak suka kalau bukuku dirusakin orang, masa iya aku ngerusakin buku orang lain? :)) Buat sohibku yang merasa udah minjemin buku ini, thank you so much yaaa..

Novel berjudul Harry Potter and The Deathly Hallows adalah novel terakhir dari seri Harry Potter. Di novel ini terkuak sudah segala kebenaran dan misteri tentang Horcrux. Bagian yang paling aku suka adalah ketika Harry memutuskan untuk merelakan dirinya sendiri demi kebaikan semua orang. Tapi berkat ketulusannya, dia masih diberi kehidupan dan BATAL mati. Hehe. Imajinatif banget, jadi ya nggak perlu percaya sama cerita mistisnya, cukup diambil nilai-nilai positif dalam novelnya aja. :D

Terkadang, kita harus merelakan diri kita untuk kebaikan dan kebahagiaan orang-orang di sekitar kita. Yakinlah, dengan membuat orang lain bahagia, suatu saat nanti Tuhan sendiri yang akan memberikan ganti 'terbaik' yang kita butuhkan, dan bukan sekedar yang kita inginkan. :))

2. Self Driving

Buku Self Driving ini karya Prof. Rhenald Kasali. Apakah kalian sudah mengetahui siapa beliau? Bagi yang belum tahu siapa beliau, kalian bisa baca profilnya di sini. Aku ngefans banget sama beliau, karena beliau mampu menjadi inspirasi untuk generasi muda agar berani untuk melanglang buana demi memiliki wawasan global dengan tetap memiliki pengetahuan akar rumput tentunya. Maksudnya, meskipun kita mengenal dunia di luar negeri sana, kita tetap harus memahami Indonesia. Sehingga suatu saat nanti, kita--generasi muda--mampu memberikan kontribusi yang terbaik semampu kita untuk negeri kita tercinta ini. Indonesia. :)

Buku Self Driving ini membahas tentang "diri" (self). Jika kita mampu menjadi driver untuk diri sendiri, kita tidak akan mudah bergantung dengan sesuatu. Hanya dengan self driving, manusia bisa mengembangkan semua potensinya dan mencapai sesuatu yang tak pernah terbayangkan. Buku ini cocok dibaca oleh kaum muda maupun orang tua, karena Prof. Rhenald juga menyarankan kepada orang tua agar tidak mengikat sayap anak-anaknya, maksudnya, biarkan mereka mengembangkan diri mereka sehingga suatu saat bisa menjadi elang yang tangguh--pribadi yang mampu pemimpin dirinya bahkan orang-orang disekitarnya untuk menjadi lebih baik.

3. 30 Paspor Di Kelas Sang Profesor (Seri 1 & 2)

Buku 30 Paspor Di Kelas Sang Profesor karya J.S. Khairen ini adalah pasangan dari buku Self Driving. Kenapa pasangan? Karena buku ini adalah kumpulan cerita mahasiswa Prof. Rhenald saat mengaplikasikan ilmu self driving tersebut. Mereka ditantang oleh Prof. Rhenald untuk pergi ke luar negeri sendirian ! Iya, sendirian! Meeeen.. aku jadi merinding dan merasa tertantang untuk merasakan dunia global juga kelar baca buku ini. Soon, target dua tahun lagi, aku akan bikin pasporku sendiri dan pergi belajar ke luar negeri! (kalau bisa ke Eropa, aamiin >< doain yaaaaa ini impianku).

Di buku ini, masing-masing orang bercerita suka dukanya ketika mereka travel sendirian ke luar negeri selama satu minggu. Yang keren nih, mereka nggak boleh pakai jasa travel tour, bahkan ada yang harus berusaha nabung, kerja, cari sponsor supaya bisa mengcover seluruh biaya perjalanan termasuk bikin paspor juga. Aku juga jadi tahu, nggak semua mahasiswa UI itu anak orang kaya. Ada juga kok mereka yang berasal dari keluarga sederhana. Kendala izin dari orang tua tentu ada, tapi mereka bisa membuktikan kalau mereka mampu, sehingga mau nggak mau ortu mereka tetap akan mendukung dan mendoakan anak-anaknya.

Di luar sana, mereka mengalami berbagai pengalaman luar biasa. Mulai dari kendala bahasa, makanan, tersesat, kendaraan, penginapan, insiden saat transit, bahkan ada yang sampai mimisan karena tidak terbiasa dengan suhu ekstrim bersalju. Ya Allah, asli merinding baca buku ini, kita bisa ketawa, senyum, khawatir, deg-degan, bahkan miris juga bakal kita rasain. Entahlah, menurutku, semua anak muda wajib baca buku ini, biar isi kepalanya nggak melulu cinta-cintaan. Guys, dunia ini sudah diciptakan sedemikian rupa oleh Tuhan supaya kita menjelajahinya, belajar dari banyak hal, nggak hanya dari bangku sekolah atau bangku kampus aja. Semoga kita benar-benar bisa melanglang buana untuk mempelajari ilmu-Nya, untuk kemudian kembali ke kampung halaman dan memberi kontribusi terbaik untuk negeri ini, aamiin :))

4. Seru (nggak)nya Jadi Copywriter

Hm.. ini nih, buku yang berhasil bikin merinding sama profesi copywriter. Buku karya Bu Aprilina Prastari ini membahas tuntas tentang gimana sih seru dan nggak serunya kerja jadi copywriter itu. Dengan membaca buku ini, kita akan memiliki gambaran mengenai seluk-beluk industri periklanan, jadi cocok banget dibaca oleh mahasiswa periklanan atau siapa pun yang akan terjun ke dunia periklanan, khususnya sebagai copywriter.

Benar banget isi buku ini, copywriter itu nggak sekadar menulis copy iklan, nongkrong di cafe buat brainstorming, tapi juga harus tahan banting! Saat magang jadi copywriter sekarang ini, aku berasa meng'iya'kan isi dalam buku Seru (nggak)nya Jadi Copywriter. Dunia periklanan itu keras, dinamis, dan akan terus berkembang. Cocok banget buat siapapun yang gampang bosan dan doyan belajar hal baru. Itulah kenapa buku ini bisa bikin aku merinding, karena sukses bikin aku merasa "wajib" merasakan kerja di dunia iklan. Nggak mudah, tapi yakin aku pasti bisa. GanbARTte! :D

Kerja di ad agency (agensi periklanan) itu sistemnya lima hari kerja, tapi.. selama lima hari itu jam kerjanya plus plus, hahaha. Kok bisa? Jadi nih, meskipun jadwal masuk jam 8 pagi dan jadwal pulang jam 5 sore, kalau kerjaan belum kelar ya harus lembur. Pokoknya deadlinenya ketat banget. Aku pernah ngerasain pulang jam 7 malam, jam 8 malam, bahkan saat di Jogja dulu aku pernah sekali pulang jam 11 MALAM !! Asoy kan? Pokoknya di buku  Seru (nggak)nya Jadi Copywriter, profesi copywriter benar-benar dikupas tuntas..tas..tas..tas!

5. Al-Qur'an Al Karim

Jika keempat buku sebelumnya adalah karya manusia, buku satu ini adalah karya Sang Pencipta manusia dan alam semesta. Buku ini diterbitkan oleh berbagai penerbit di penjuru dunia dan dibaca oleh milyaran manusia. Buku yang isinya tak ada seorang pun yang mampu menirunya, bahkan Pencipta buku ini pun telah menjamin keasliannya. Sebuah buku Istimewa sebagai petunjuk kehidupan. Meskipun Al-Qur'an istimewa, tapi Al-Qur'an tetaplah sebuah buku. Allah sendiri sebagai penciptanya menyebut Al-Qur'an sebagai buku (dalam bahasa Arab adalah kitab). Iya, kitab yang saat ini banyak ditinggalkan kaum muda yang lebih menghabiskan waktu bersama gadget mahalnya daripada membaca kandungan (arti) dari kitab istimewa ini.

Banyak dari kita yang mampu mentargetkan membaca sampai habis seluruh tumpukan novel hanya dalam waktu beberapa minggu, bahkan ada yang hanya beberapa hari. Dari sini aku berpikir, apakah aku mampu mentargetkan diriku untuk membaca sampai habis terjemah Al-Qur'an? Novel Harry Potter yang tebal itu saja mampu ku lahap sampai halaman terakhir, masa Al-Qur'an yang sudah jelas banyak manfaatnya justru aku belum pernah sungguh-sungguh meluangkan waktu untuk membaca terjemahnya hingga halaman terakhir? :(

Jika membaca buku biasa (fiksi atau non fiksi), mentok yang kita dapat adalah satu pesan dalam buku tersebut. Saat kita membaca cerpen, kita akan mendapat suguhan cerita yang tak jarang sering kita temui di sekitar kita. Tapi, jika kita membaca buku istimewa ini, kita akan dibuat tercengang, kagum, hati menjadi tenang, jiwa kita akan semakin kaya iman, sikap kita akan lebih berhati-hati dalam bertindak, kita juga akan semakin peka terhadap sekitar, belum lagi tambahan pahala bagi siapa pun yang membaca atau mendengar orang lain membacanya.

Di dalam Al-Qur'an, banyak sekali ilmu yang bisa kita dapatkan. Ada kisah-kisah para nabi yang tentunya ini bukan fiksi. Kisah-kisah perjuangan dan kebaikan, diselamatkan oleh ikan paus, diselamatkan oleh laba-laba, berbicara dengan burung dan semut, luar biasa kan? Ada pengetahuan alam tentang fenomena siang dan malam, siklus hujan, ombak dan air laut, gunung-gunung, bintang-bintang. As you know, maaf aku lupa ini di ayat berapa dan surat ke berapa, aku pernah membaca bagian yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan bintang-bintang sebagai alat pelempar untuk mengusir syaitan yang ingin mencuri dengar kabar-kabar dari langit. Wow! Selain itu, Al-Qur'an juga menjelaskan bagaimana cara kita menjalin hubungan baik dengan sesama manusia: cara bersikap terhadap kedua orang tua, terhadap tetangga, terhadap sahabat-sahabat, terhadap anak yatim piatu, terhadap siapa pun.

Al-Qur'an ini berisi banyak hal, berbagai pengetahuan, peringatan, dan kabar gembira. Peringatan agar kita tidak berbuat keji, tidak berbuat maksiat, dan sebagainya. Allah Maha Adil, maka sekecil apapun perbuatan jahat akan dibalas oleh-Nya. Dan bagi siapa pun yang beriman dan taat pada perintah Tuhan, ada kabar gembira! Bukan kabar gembira tentang ekstrak buah manggis lho yaa :p Kabar tentang surga dan beberapa gambaran tentangnya. Tahu kah? Di surga juga ada buah pisang! (buah favorit niiiiih~ :D ) Ada berbagai sungai juga lho: sungai susu, sungai madu, sungai berair jernih, banyak deh! Pokonya banyak banget ilmu dan manfaat yang bisa kita dapatkan kalau kita membaca buku PALING ISTIMEWA ini. :D

----------

Wah, panjang juga ya postingan ini? hehe. Jadi di antara lima buku yang aku ceritakan di atas, mana aja nih yang bisa bikin kalian ikut merinding? :D

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Best Article Blogger Energy"

14 comments:

  1. Suka harry potter tapi bukunya minjem semua :|

    Ada juga buku yg bikin berani melanglangbuana ya... kalo gue sih jiwanya bukan jiwa yg suka melanglang buana :D

    Buku yg terakhir itu .... gue manggut2 mengiyakan... bagaimanapun juga seharusnya memang itu lebih syahdu dari buku manapun. Keren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaan kita. gw juga dulu baca buku harpot minjem semua, pas giliran udah gawe gw beli edisi khusus ahaha

      Delete
  2. Harry Potter gue lebih suka langsung nonton filmnya.

    Yang terakhir...oh, gue rindu bacanya. Jujur, gue udah jarang baca. Terima kasih sudah mengingatkan...

    ReplyDelete
  3. Harry Potter gue lebih suka langsung nonton filmnya.

    Yang terakhir...oh, gue rindu bacanya. Jujur, gue udah jarang baca. Terima kasih sudah mengingatkan...

    ReplyDelete
  4. Kalau al-qur'an sudah pasti jadi yang utama untuk orang muslim
    apa yang tertulis bisa bikin merinding, bahagia, merasa penuh pencerahan, petunjuk dan ispirasi serta nambah keimanan setelah membaca.


    Yang harpot kayaknya paling umum juga ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe
      iya lah
      karya terkenal yang epic banget

      Delete
  5. Ya... lagi-lagi karya J.K Rowling punya kesan tersendiri di hati para pembacanya. Layaknya sebuah sejarah, tak akan dilupakan karena harus dikenang. Sadis..

    Kalo buku yg traveling gitu, gue kurang suka. Soalnya, gue gak suka berpetualang dalam urusan jalan-jalan. Gue lebih kepada penikmat senja di manapun saat berpijak. Karena itu keren.

    Buat buku yg terakhir, gue bilang YES dan manggut2 aja. Itu buku dari segala buku. Gak ada yg bisa membandingkan kehebatan Al-Quran itu. :)

    ReplyDelete
  6. lo... antimainstream.
    tiba-tiba tertarik dengan self driving. hmm, tantangan yang cukup besar... apa kita bisa jadi driver/pengemudi diri sendiri? hmm.. itu buku yang copywriter dari judulnya udah antimainstream..

    ReplyDelete
  7. lo... antimainstream.
    tiba-tiba tertarik dengan self driving. hmm, tantangan yang cukup besar... apa kita bisa jadi driver/pengemudi diri sendiri? hmm.. itu buku yang copywriter dari judulnya udah antimainstream..

    ReplyDelete
  8. Wah, selera bacaan lo tingkat tingi yah. Self driving, 30 paspor itu lah...

    Wah, copywriter memang ketat yah persaingannya. Dinamis banget. Harus menyuguhkan hal hal yang baru, yang menarik. Keren deh profesi itu.

    Yang terakhir itu, sudah pasti yah paling harus di baca. Berulang ulang mallah. :-D

    ReplyDelete
  9. Belum pernah baca dari nomer satu sampe nomer 4. Kayaknya aku bukan pembaca yang baik, hahaha :D

    Yang terakhir jadi jarang dibaca. Sepertinya aku harus mulai sering baca-baca itu. Bahkan harus memahami dan mengamalkannya :))

    ReplyDelete
  10. Sepertinya yang Self-Driving akan masuk wishlist awal bulan depan deh. Lagi butuh buku seperti itu :3 kalo yang terakhir mah udah WAJIB punya! HAHA

    ReplyDelete
  11. Sepakat kalau kita sebagai umat muslim menempatkan al quran di posisi paling istimewa. Semua tuntunan agama ada di dalamnya. Walaupun untuk memaknainya sebagian dari kita memerlukan terjemahan dalam bahasa indonesia. Baca quran bikin tenang. Sayangnya.....lama khatamnya karena faktor dari dalam diri orang yang baca * nunjuk diri sendiri *
    Kalau buku panduan traveling murah ke luar negeri sepertinya asik juga ...karena mindset banyak orang masih beranggapan kalo jalan2 hanya buang duid, hanya org2 kaya yg jalan2. Duh salah besar. Jalan2 buang duit ? Jalan2 yang gimana dulu modelnya?
    :D

    ReplyDelete
  12. waaah, buku kamu keren keren yaaaa....apalagiyang terakhir..alhamdulillah ya kalo masih sering baca..tapi aku juga tertarik sama self driving itu...emang manusia itu sebenarnya punya potensi sendiri sendiri yak..bagus buku kamu...buku motivasi diri ya..aku dlu juga sering baca buku macam itu pas kuliah karena emang lagi butuh motivasi hidup. hehehe..

    ReplyDelete

Thank you for reading. What do you think about the article above?