Menelisik Strategi Jitu

Wednesday, April 01, 2015

Salut sama perusahaan rokok. Cara mereka mempertahankan eksistensi justru melalui pendidikan. Semacam investasi jangka panjang. Strategi yang sangat jitu. Tapi, ini, bikin sakit hati. Duh!

Teman-teman mahasiswa sadar nggak sih (terutama yang cowo nih), kelihatannya rokok itu nikmaaaat banget, tapi dibalik itu dia menggerogoti banyak hal. Selain boros isi dompet, rokok juga bikin organ tubuh jadi rentan penyakit. Aku rasa kalian sudah tahu tentang hal ini. Maka aku akan membahas dari sudut yang lain.

Tahukah kalian siapa yang paling diuntungkan?
PEMILIK PERUSAHAAN ROKOK--yang bisa jadi dia itu nggak ngerokok!
Barusan aku searching, ada salah satu perusahaan rokok besar di negeri Paman Sam sana. Kau tahu berapa hasil usaha mereka? Pendapatannya sekitar $31.217 juta, keuntungan sebesar $8.576 juta, dan total aset sebesar $38.168 juta. Busyeeet ! Bahkan dia pemilik 40% saham salah satu perusahaan rokok di Indonesia, yang iklannya sering muncul di TV. *Geleng-geleng kepala.

Tentu banyak strategi yang mereka pakai hingga akhirnya menjadi perusahaan yang namanya muncul di majalah Fortune. Ajegile, salah satu strateginya itu ya pendidikan.

Sadarkah kita? Kita itu cuma dimanfaatkan sama mereka, guys. Bilangnya sih "kontribusi untuk pendidikan", tapi sudah tentu ada udang di balik batu. Lho.. lho.. kok jadi suudzon? Bukan, bukan suudzon mah ini. Kalau kalian mau menelaah dan memikirkannya, kalian akan ketemu benang merahnya. Iya, ketemu!

Beasiswa pendidikan. Sudah tak bisa disangkal, banyak banget mahasiswa yang dapat beasiswa ini. Dulu aku juga pernah ikut tesnya, tapi berasa bentrok sama kata hati *uhukk. Akhirnya ada pertanyaan yang sengaja aku jawab seolah "menentang" rokok itu sendiri. Alhamdulillah, anehnya aku malah senang saat gagal tes ini. Nah, sebisa mungkin hindari ikut beasiswa rokok ya, guys? Memang total beasiswanya besar. Tapi percayalah, ada banyak jalan mendapat duit untuk bayar kuliah. Bagi yang sudah terlanjur, kedepannya kudu lebih hati-hati ya guys. Kerugiannya sering tidak terpikir oleh kita, tapi nyata berdampak. Banyak! Salah satunya, pedagang asongan pun lebih memilih rokok daripada mengisi perut mereka yang belum makan seharian.

Sponsorship. Ya.. ya.. ya.. yang sering ngadain event pasti ngerti banget duit yang berani di keluarin perusahaan rokok untuk acara mereka. GUEDEEE! Banyaaaak~ Super banget kalau investasi. Tapi ya tadi, guys. Dampaknya kui, lho. Miris.

Program Internship. Nah, ini nih, yang sedang anget-angetnya ditawarkan oleh mereka. Nggak tanggung-tanggung, internshipnya GLOBAL, guys! Jadi kita bisa menjalin networking dengan teman bule di luar sana kalau ikutan magang ke perusahaan mereka. Gimana nggak berjaya nih perusahaan rokok, lha wong mahasiswa-mahasiswa yang giat sudah dipancing duluan biar ngikutin kailnya mereka.

Sudah ya, semakin panjang pembahasan ini jadi semakin sebel saya sama rokok, hehe. Ayo, guys! Sebisa mungkin hindari berkontak dengan "rokok". Perubahan dimulai dari diri sendiri. Indonesia bisa maju kalau kita "cerdas" memilah dan memilih sesuatu.

Wassalam.

You Might Also Like

12 komentar

  1. Persoalan ini sama kaya halnya kita mau memberantas korupsi. Susahnya ga karuan, kita sendiri aja masih suka ngelakuin hal itu ( tampa kita sadari ) , entah lah kapan sampai kapan sistem ini berakhir. Cuman kalo langkah yg udah gue ambil sih gue dari lahir sampe sekarang (insyaallah sampe mati) ga pernah ngerokok padahal temen gue, adek kelas gue semuanya pada ngerokok hufft -.- tapi gue tetep harus mengikuti jejak bokap gue yaitu ga ngerokok :)

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah aku gak ngerokok jadi aman. Tapi mau dibilang gimana juga memang perusahaan rokok itu pemberi beasiswa terbesar dan penyumbang pajak terbesar pula jadi akan susah untuk dihentikan.

    temenku sadar ngerokok itu bahaya, ngerokok itu merusak tapi yang namanya sudah kecaduan itu ya begitulah, susah untuk bisa dihentikan. Butuh proses panjang. -_-

    ReplyDelete
  3. Ini lagi ngomongin Beswan Djarum ya wkwk dikampus gue, beasiswa ini yang paling dicari. soalnya uangnya gede banget perbulannya haha tp cuma orang yang pinter banget sih yang dapet beasiswa ini.

    Kalo soal perokok, gue gak ngerokok tp bagi gue orang yang ngerokok itu keren. Kenpa? karena mereka adalah salah satu penyumbang terbesar devisa negara dengan mempertaruhkan paru-paru, tenggorokan dan kesehatan mereka. Bayangin mereka bela-belain nyakitin dirinya untuk pendapatan negara. Keren. gue sih ogah kayak gitu haha

    ReplyDelete
  4. Well, sebetulnya aku juga bukan orang yang pro sama beasiswa dari perusahaan rokok, sih. Ya biarpun dana yang dikasih dari beasiswa per bulannya itu emang....menggiurkan banget, ya hehehe. Aku pernah baca di artikel apa gitu, aku lupa hehe, perusahaan rokok itu memang sengaja menargetkan orang2 pinter dan strategis untuk jadi bagian dari mereka. Jadi kalo suatu ketika perusahaan itu kena masalah, misalnya, akan dapat balasan budi dari mereka yang dapat beasiswanya gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya tapi kalo di fakultasku ada semacam pemahaman moral yang bikin kami menolak daftar beasiswa dari rokok itu. Meskipun ngga ada pelarangan secara tertulis, sih, tapi yang namanya mahasiswa kesehatan ya memang sudah seharusnya menolak keras sih hehehe.

      Delete
  5. Ah, ternyata yang membuat rokok itu eksis gak sederhana ya, gue baru sadar lo ._.

    Tapi, untuk sponsporship emang bener banget, gue inget rapat komunitas pas mau ngadain acara, di bagian ngomongin sponsor, ada salah satu senior, dia perokok, dia cerita dulu pas waktu sekolah dapet sponsor 150 juta dari tiga brand, lu bayangin aja 150 juta dari tiga brand, jadi masing-masing brand itu 50 juta, dan itu untuk acara pentas sekolah! Lu tau brandnya apa? Semuanya brand rokok! Jadi, kata dia, "Syarat dari mereka gampang kok, cuma tinggal masang logo mereka di sekolah dan promosiin barang mereka, dapet deh 50 juta. Ditambah, ada rokok gratis lagi," emang dasar brand rokok ini punya strategi ajib -_-

    ReplyDelete
  6. Gue emang bukan perokok. Pasif ataupun aktif. Gue gak ngerokok soalnya.

    Pembahasannya emang bener, sih. Karena besarnya anggaran yang akan kita dapatkan, maka banyak orang yang ingin mengenyam pendidikan disibukkan dengan urusan seperti ini.

    Anggapan orang yang lagi berusaha mendapatkan beasiswa dari usaha rokok ini : "Yang pentingkan dapet uang."

    Entahlah. Malah Indonesia sering dinyatakan : "Tanpa rokok, Indonesia mau makan apa?"

    Sesulit itukan mencari makan, hanya karena meroko diperbolehkan. Rasanya peringatan yang sampai di masukkan dalam cover rokok itu sendiri. Malah menambah rasa ingin lagi, ketimbang jera.

    Entahlah. Gue bukan siapa2, hanya bisa bersua lewat ucap dan kata.

    ReplyDelete
  7. Iya nih yang punya perusahaan rokok malah gak ngerokok, mereka sendiri tau hal buruk dari merokok. Tapi yang namanya bisnis kan harus tetep jalan. Setauku ini juga ada campur tangan dari pihak pemerintah soalnya Indonesia sendiri belum mengikuti program pengendalian tembakau WHO

    Terus iklan mereka juga yang ada dimana-mana, juga me;ambangkan bahwa cowo sejati itu harus ngerokok. Sekali lagi pola pikir masyarakat telah dikelabui

    Perihal beasiswa si aku juga tau, bahkan ada juga yang bikin beasiswa bulutangkis lo. Nggak tau tuh apa atlet bultangnya disuruh ngerokok apa nggak

    ReplyDelete
  8. Saya nggak merokok, saya malah kesal sekali dengan rokok. Setelah membaca semua tulisan diatas, kekesalan saya malah semakin bertambah, bagaimana tidak? Ternyata perusahaan rokok menggunakan cara licik untuk menggaet perokok, seperti yang sudah dijelaskan diatas, seperti beasiswa. Menurut saya ini merupakan rencana busuk, demi keuntungan mereka menyusup melalui pendidikan dan lain-lain.

    Saya jadi semakin benci dengan rokok. Jika ada orang yang merokok saya langsung menjauh, karena saya tidak tahan dengan bau rokok. Bau rokok ini membuat kepala saya pusing. Saya sudah membantu artikel ini dengan mengklik google plusnya, semoga teman-teman yang lain juga melakukan hal yang demikian, karena artikel ini saya rasa sangat bermanfaat sekali :)

    ReplyDelete
  9. Tapi kenapa kak antara beasiswa yang diberikan dengan perusahaan rokok, malah nggak setuju?
    Tapi emang bener juga, bea cukai rokok pun jadi pendapatan negara yang besar, kalo soal rokok, ya kembali ke pribadi masing masing menyikapinya.

    Bukan hanya pendidikan, acara-acara musik dan lain sebagainya, kebanyakan memilih sponsor dari perusahaan rokok.

    ReplyDelete
  10. Kalau ngomongi rokok,alhamdulliah gue juga bukan orang yang suka merokok, dan menurut gue cowo yang gak merokok itu lebih gentel dan keren ketimbang cowo yang merokok (kaya gue). hehehe

    eh tapi perusahaan rokok itu perusaahan terbesar loh bagi pemasukan pajak negara. kalau perusahaan rokok bangkrut, pendapatan negara dari segi pajak bisa berkurang drastis.

    emang sih perusaahaan rokok ini ada segi positip dan negatifnya, ya tapi entahlah :)

    ReplyDelete

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Facebook

Friends

Community