I'm possible !

Friday, April 24, 2015

Beberapa hari ngerasa kacau.. mungkin terbawa suasana kali ya? Cewe kalau lagi 'datang tamu' bawaanya males-malesan. Aaah~ aku aja kali ya yang banyak alesan. Tapi, Alhamdulillah, dua hari ini berasa ditampol. Meski kemaren lebih banyak tidur karena kurang enak badan. Kemarin malam asik banget nyimak #KUChat di twitter.. Pak Andi, Dosen UGM yang udah keliling lima benua itu, ngasih jawaban-jawaban yang spektakuler dari @KampusUpdate. Semakin yakin kalau banyak banget yang harus aku kejar.
Pagi ini aku buka facebook, entah, bersyukur banget ada media sosial macam twitter sama facebook. Aku kepoin (lagi) Mbak Dita lewat facebook dan blognya, sosok perempuan perkasa (?) yang bikin aku bangga sama kerudung, rok, dan sepatu kets. Hahaha. Teteeeeup, muslimah bergaya sporty itu paling kece! ---menurutku :p

Oke, balik ke topik, jadi kesimpulan setelah kepoin Mbak Dita adalah.. jeng.. jeeeeng.. Masa depan anak bergantung banget dengan cara mendidik orang tua. Duh, kalau ini mah semua orang juga tahu kali, Zi?! hehe. Aku bersyukur banget dengan keadaanku saat ini. Kalau kata Pak Andi, bersyukur dengan keadaan saat ini dan tetap percaya pada perubahan. Pak Andi, orang tuanya hanya lulusan SD, tapi beliau BISA melampaui mimpi-mimpinya. Pak Andi bisa dapat beasiswa dari luar negeri hingga akhirnya beliau bisa jadi seorang peneliti dan juga dosen di Geodesi UGM.

Ibuku juga lulusan SD, nggak sampe lulus malah gegara perekonomian yang sulit banget di masanya. Bapak juga kayaknya cuma sampai SMP kalau nggak salah. TAPI, aku ingin ngebuktiin kalau Ibu dan Bapak adalah orang yang hebat, sehingga aku harus bisa lebih dari Pak Andi, meski, ya... aku masih di step kesekian, belum melampaui impian-impianku yang tinggi itu. Tapi seenggaknya aku udah hampir mencapai satu impian sederhana ini, lulus strata satu. Perjalanan masih panjang, berharap besar masih dicukupkan usia ini untuk mewujudkan satu persatu impian yang menurut banyak orang cukup mustahil. Aku yakin, nggak ada yang nggak mungkin. Bahkan ketidakmungkinan itu sendiri sebenarnya adalah mungkin. Impossible > I'm possible !

Balik ke Mbak Dita, orang tua Mbak Dita adalah orang-orang yang berpendidikan tinggi. Karir kedua orang tua Mbak Dita sepertinya juga nggak bisa diremehkan. Dan, anak-anaknya, salah satunya Mbak Dita, bisa dapat beasiswa sampai ke Jepang! Exchange saat strata satu, dan beasiswa full untuk strata dua! Masya Allah.. Allah nggak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang benar-benar berusaha. Mbak Dita, bukan perempuan yang manja. Dari blognya aku menyimpulkan bahwa: semua pencapaian butuh kegigihan. Ya, aku harus mampu! Bismillah..

So, jika dihubungkan dengan kalimat pertama yang aku bold di atas adalah, pendidikan orang tua Pak Andi dan Mbak Dita berpengaruh besar terhadap masa depan anak-anaknya. Plus, cara berpikir dan upaya Pak Andi dan Mbak Dita juga sangat berpengaruh terhadap pencapaian masing-masing. Maka, yang harus aku lakukan--mungkin kalian yang membaca tulisan ini juga, adalah tetap yakin, doa, dan berusaha memampukan diri melampaui mimpi-mimpi yang dimiliki. Agar kelak bisa menjadi orang tua yang mampu mendidik anak-anaknya dengan baik.

Oke, saatnya mandi pagi, aku sudah menunda mandi untuk menulis postingan ini, hehe. Selamat beraktivitas! Salam semangat dan menyemangati.. Jangan lupa saling mendoakan. Semoga Allah meridhoi setiap langkah kaki kita, agar kesuksesan dunia akhirat kita dapati. :)

Wassalam

You Might Also Like

2 komentar

  1. Mudah2an wisudanya lancar tahun ini, kak;)

    ReplyDelete
  2. Aamiin, semoga wisudanya lancar, semoga bisa membanggakan dan membahagiakan kedua orang tua, semoga semua impian mbak Nur bisa tercapai

    ReplyDelete

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Forum Lingkar Pena Sidoarjo

Friends

Community