Light of Change

Thursday, March 05, 2015

Assalamu'alaikum :D

Aku merasa mendapat pencerahan, kemarin. Rasanya campur-campur. Bahagia dan menyenangkan sejak pagi, hehe. Yaaa meskipun kegiatannya cuma gitu-gitu doang, tapi semoga manfaat dan berkah, aamiin. Jam 10 pagi ngampus untuk balikin kamera dan ngasih buku ke Fajar, teman sekelas yang awalnya bikin aku suudzon atas ke'gondrong'annya tapi kemudian malah jadi akrab karena kebaikan dan kelucuannya, haha. So, 'don't judge book by its cover' itu kadang bisa berlaku meski kadang juga nggak berlaku. :p

Setelah ketemu Fajar, berlanjut ke Marketing Gallery Daarul Qur'an Surabaya untuk ngasih surat izin penelitian, hehe.. semangat yee yang mau nyekripik, eh, nyekripsi. Rada kaget aja ternyata kantor PPPA Daqu Surabaya udah berganti menjadi kantor Marketing Gallery, semoga aja nggak ada masalah sama skripsiku ._. . Btw, big thanks buat Mbak Dini yang udah baik hati ngasih copy-an video Ust. YM pas lagi jadi bintang tamu di program Rumah Perubahan-nya Prof. Rhenald Kasali. Duh, duo manusia yang sering bikin aku senyum-senyum antara kesindir dan terinspirasi, hehe. Suka banget sama Prof. Rhenald dan Ustadz Yusuf juga. :))

Pas udah di rumah nih, sebelum muter video Ust. Yusuf, sorenya aku muter videonya Ust. Felix Siauw yang pernah ku download dari youtube tapi belum selesai ku tonton. Judulnya "The Way to Believe" (cari aja di youtube, InsyaAllah ada.). Duh, asli dah, nyindir banget nih video. Berasa kayak disentil nih telinga. Selama ini ngapain aja? Ngilmu (mencari ilmu) cuma setengah-setengah, belum total. Sediiih banget. Ini bukan masalah sara atau gimana ya.. Ini murni aku cuma ingin share isi video ngaji. Samasekali nggak ada niat buat jelek-jelekin agama lain, buat apa? Aku yakin sama Islam. Bagimu agamamu, bagiku agamaku. Jadi jangan anggap postingan ini sara, lho yaaaa... bagi yang yakin sama Islam, lanjutin. Bagi yang yakin sama Kristen, monggo. Bagi yang yakin sama Katolik, monggo. Dan nggak ada salahnya kan kalau kita belajar agama lain biar tambah yakin sama agama yang udah kita anut? Kalau sampai kita malah jadi ragu sama agama yang udah kita anut, berarti kita harus belajar lagi dan lagi. Yang sudah yakin saja harus tetap belajar kok, apalagi yang masih ragu. Sekali lagi, bagimu agamamu, bagiku agamaku (biar nggak salah paham :) ).

Aku pengen cerita tentang video ini. Jadi di video ini diselipin cerita Ustadz tentang beliau saat masih kecil (belum mengenal Islam) hingga akhirnya masuk Islam, alias jadi seorang muslim. Pas kelas 2 SMP, beliau suka nanya-nanya ke ortunya.

Felix kecil tanya, "Mami sama papi asalnya dari mana sih?"

Tuh keluarganya bilang, "Dari kakek-nenekmu lah."

Beliau tanya lagi, "Terus kakek sama nenek asalnya dari mana?"

Dijawab lagi nih, "Ya dari buyutmu."

Eh nanya lagi, "Terus buyut dari mana?"

Ortunya mulai sebel, "Duh, kamu banyak nanya. Tanya sama pastur aja sana."

Akhirnya besoknya tuh Felix kecil nanya ke pastur, "Pastur.. Pastur.. asal kita tuh darimana sih, Pastur?"

Pasturnya jawab, "Asalmu dari Tuhan Sang Pencipta semesta alam".

"Oh.. begitu", jawab Felix kecil. Berarti orang Kristen dan Katolik juga percaya adanya Tuhan. Batin Felix kecil. Lalu dia tanya lagi, "Kalau begitu Tuhan yang menciptakan kita yang mana? Tuhan Bapa, Tuhan Putera, atau Tuhan Roh Kudus? Kan ada tiga, nih."

Pasturnya jawab, "Lix, bukan begitu ceritanya, tiga Tuhan itu adalah satu kesatuan. Satu kesatuan itu ada tiga kepribadian. Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Dan tiga-tiganya tidak dapat disatukan, satu-satunya tidak dapat dipisahkan. Tiga adalah satu, satu adalah tiga."

Nah lho. Ngerti atau nggak? Pusing, nggak? Itulah yang Felix kecil rasain. Akhirnya Felix kecil nanya ke pastur yag lain, eh malah responnya begini, "Lix, kalau kamu masih banyak tanya berarti kamu belum beriman."

"Loh kok bisa gitu?" tanya Felix kecil.

Pasturnya jawab, "Karena beriman adalah percaya tanpa banyak tanya."

Felix kecil jadi mikiiiir banget. Kalau punya agama tapi nggak boleh bertanya, lantas buat apa punya agama. Begitu pikirnya. Apalagi neneknya adalah orang baik meskipun tidak beragama. Berarti untuk menjadi baik tidak perlu agama. Akhirnya secara fungsional dia keluar dari Katolik. Sejak itu dia nggak percaya sama agama, tapi tetap percaya kalau Tuhan itu ada. Felix kecil mencari tahu sendiri darimana manusia itu berasal? Apa tujuan manusia hidup? Lalu akan ke mana setelah dia hidup.

Nah, Felix kecil menemukan teori Darwin, kalau manusia berasal dari kera. Maksudnya, kera berevolusi hingga menjadi manusia. Hm, tunggu.. tunggu.. kalau manusia berasal dari kera, kenapa sekarang masih ada kera? Jika seleksi alam itu benar, yang bisa bertahan adalah yang menang, harusnya kan kera sudah mati semua? Tapi, kenyataanya tidak begitu. Di video itu juga diperlihatkan gambar kerangka ikan jaman purba dan ikan jaman sekarang, bentuknya tetap. Lalu daun jaman dulu dengan daun jaman sekarang, pun tetap. Tidak mengalami yang namanya evolusi alias tidak berubah.

Jadi, asal manusia darimana? Hmm..

Asal manusia adalah dari reproduksi. Sperma dibuat di dalam tubuh laki-laki. Sperma tidak punya kegunaan di dalam tubuh laki-laki, dia akan memiliki manfaat jika masuk ke dalam tubuh perempuan. Tubuh perempuan memiliki racun asam yang mampu membunuh sperma dalam waktu dua detik. Sperma sekali keluar jumlahnya 500juta (laki2 normal), tapi dia memiliki penawar racun asam sehingga bisa lolos jika masuk ke dalam tubuh perempuan. Bagaimana ya sperma kok tahu jalan menuju ovum? Sel telur (ovum) memberi sinyal, sehingga sperma dapat bertemu ovum di lorong lalu keduanya menuju rahim. Jadilah segumpal daging yang ketika tiba waktunya akan lahir menjadi manusia.

Bagaimana semua ini bisa terjadi?

Tentu ini kuasa Tuhan. Tuhan menciptakan alam semesta beserta isinya. Tahu darimana? Kalau kita mau mikir, kita bisa menghitung perputaran seluruh bintang-bintang, sayangnya kita nggak mampu melakukan itu (apalagi bagi yang nggak minat matematika, pasti bakal wegah), sementara, kalau tidak ada yang mengurus, otomatis itu benda-benda langit akan bertabrakan. Bumi memang lebih besar dari Pluto, tapi Bumi kalah telak dengan Jupiter. Jupiter tidak ada apa-apanya dengan matahari. Sedangkan matahari, kalah besar dari gugusan bintang yang lain. Dan bintang-bintang ini masuk ke dalam galaksi. Padahal masih banyak galaksi-galaksi yang lain. Maka, benar adanya. Bukan berarti yang tidak bisa kita lihat itu tidak ada. Tuhan itu ada, kita saja yang terlalu kecil, sedangkan Tuhan Maha Besar. Tuhan-lah yang menciptakan seluruh alam semesta. Sehingga, jangan sampai men-Tuhan-kan manusia, apalagi memanusiakan Tuhan.

Saat Felix kecil telah menjadi mahasiswa, beliau bertemu dengan seorang Ustadz muda, di sini beliau mendapat jawaban tentang agama yang mengajak manusia untuk berpikir. Karena saat itu Felix sudah tidak percaya dengan Al-Kitab, Ustad tersebut langsung menunjukkan sebuah ayat dari kitab Al-Qur'an yang ditunjukkannya kepada Felix.

Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. (Terjemah QS. Al-Baqarah 2:3)

Saat itu Felix langsung membantah, "Kitab isi salah. Kitab Wedha yang buat manusia, Tripitaka yang buat manusia, Injil yang buat manusia. Dan nggak ada yang mengklaim kitabnya sempurna, karena buatan manusia tidak ada yang sempurna. Nah, ini, satu-satunya kitab yang mengklaim paling sempurna di awal Suratnya (Al-Baqarah). Jelas kitab ini salah." Saat itu Felix mengira kitab ini juga buatan manusia.

Lalu Ustad menjelaskan bahwa kitab Al-Qur'an bukan buatan manusia, melainkan buatan Allah, Tuhan Pencipta Alam Semesta. Tapi Felix kembali menyangkal bahwa tidak mungkin Tuhan menulis lalu memberikannya kepada manusia. Nggak mungkin banget, itu pasti buatan manusia. Kemudian Ustad tadi menunjukkan ayat yang lain dari surat yang sama.

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang (Al-Qur’an) yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal (Al-Qur’an) itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (TQS Al- Baqarah 2:23)

Nah, dalam surat itu manusia ditantang untuk membuat kitab yang semisal dengan Al-Qur'an. Hal ini membuat Felix mencari tahu apakah ada kitab yang semisal dengan Al-Qur'an. Ternyata sampai saat ini tidak ada yang mampu menyerupai Kitab Al-Qur'an (Ini bisa jadi alasan kenapa Al-Qur'an masih terjaga keasliannya. Karena memang tidak ada yang mampu menandingi Firman Tuhan, Allah SWT).

Dari sini Felix yakin, kalau kitab Al-Qur'an adalah asli berasal dari Tuhan. Karena nggak ada manusia yang bisa membuat semisalnya, tentu pasti buatan Tuhan. Seperti alam semesta yang pernah dipikirkannya, pasti Tuhan yang mengatur semuanya sehingga tidak bertabrakan satu dengan yang lain. Sejak saat itu Felix mempelajari Islam lebih jauh hingga akhirnya meyakini Islam dan menjadi seorang pendakwah. Islam adalah satu-satunya agama yang menyuruh mereka ya beriman untuk berpikir. Jika kita mempelajari Al-Qur’an lebih jauh, kita akan menemukan banyak ayat yang mengajak pembacanya untuk berpikir agar menemukan keimanan. Dengan berpikir, kita menjadi yakin, kita akan memiliki pondasi sehingga kita menjadi manusia yang beriman. Dari sini Felix menemukan jawaban, apa tujuan manusia? Yaitu, beribadah kepada Allah. Jawaban ini ada di dalam Al-Qur’an. Kenapa kita percaya kepada Al-Qur’an? Karena Al-Qur'an adalah Firman Allah. Karena tidak ada yang bisa membuat semisalnya. Karena kita lemah. Karena Al-Qur’an melemahkan kita. Mukjizat itu adalah kita dibuat lemah oleh Al-Qur’an, oleh Firman-Firman Allah. Lalu ke mana manusia setelah hidup? Tentu kembali kepada Sang Pencipta, Allah SWT.

Inilah yang dinamakan sebagai Akidah Islam, yakni keyakinan bahwa kita berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Jika kita benar-benar memahami hal ini dengan baik, InsyaAllah kita akan berpikir berkali-kali sebelum melakukan tindakan maksiat, sehingga kita mengurungkan niat untuk berbuat maksiat dan lebih memilih untuk terus berbuat baik selama hidup. Di hampir akhir video tersebut, Ustadz memberi saran agar sering-sering berpikir, menonton film-film seperti karya Harun Yahya tentang alam semesta, tentang kehidupan, mengajak anak-anak diskusi, serta banyak-banyak mengaji. Apalagi perempuan, sehingga perempuan harus kuliah tinggi, karena dialah yang nanti akan mengajar anak-anaknya.

Setelah melihat video tersebut, aku semakin yakin dan mantab kepada Islam. Jangan sampai kita beragama Islam dengan alasan karena orang tua kita juga Islam. Kenapa shalat? Karena sejak kecil diajarin sholat. Bukan, bukan begitu. Melainkan karena yakin kepada Allah dan taat melaksanakan perintah-Nya. InsyaAllah.

Kelar nonton video Ustadz Felix, aku menonton video Ustadz YM dan Prof. Rhenald. Temanya sedekah. Di video ini juga diceritakan masa kelam dan sulit Ustadz hingga akhirnya menjadi seorang Ustadz yang merupakan pendiri Daarul Qur'an. Aku tidak akan bercerita tentang hal itu. Aku hanya akan membahas sedikit tentang sedekah. Sudah pernah dengar matematika sedekah? MasyaAllah, luar biasa banget dah Allah itu.. misal nih kita punya duit 20 ribu, nah tuh kita sedekahin 5 ribu, tahu nggak baliknya berapa? Itung aja tuh, duit sedekah dikali 10 ditambah saldo. Berarti 5 ribu dikali 10, jadi 50 ribu, ditambah sisanya 15 ribu, berarti total 65 ribu. SubhanAllah.. kalau kita sedekah 5 ribu, Allah bakal ngasih kita 65 ribu. Kurang baik gimana coba, Allah itu? Hm, dan kalau misal yang kita sedekahin itu yang 15 ribu, bukan yang 5 ribu? You can count it by yourself :)

Btw, ada kalimat dari Prof. Rhenald yang menurutku cakep banget. Kurang lebih begini, "Ketika kita memberi, kita berinteraksi dengan alam semesta. Alam semesta itu tidak pernah statik, alam semesta itu berkait satu sama lain. Jika kita memberi keindahan pada alam semesta, maka alam semesta akan memberikan keindahannya kepada kita." Duh, cakep banget kan? Bisa dibilang itulah keindahan berbagi.

Ngomongin sedekah, aku jadi kangen sama Charity Community (CC), komunitas yang bisa bikin aku semangat banget sama kegiatan-kegiatannya dan nggak bakal bosen sama setiap projectnya, apalagi ada partner yang sejalan banget semangatnya sepertiku (btw, aku pernah ikut komunitas film, komunitas otaku stuff, tapi baru CC ini yang bikin hidupku jadi bermakna, ceileeeeh :p ). Tapi sejak pertengahan tahun lalu sampai sekarang CC vakum. Secara, anggotanya pada magang, pulang magang ngurusin proposal, lalu lanjut KKN. Ya baru minggu ini dah InsyaAllah ngadain gath. Semangaaat :))

Gegara aktivitas hari Rabu kemarin itu bikin aku kepikiran CC lagi. Tiba-tiba malamnya muncul ide untuk next project, Tapi pasti masih butuh kritik dan saran lagi dari teman-teman untuk perbaikan ide. Pengennya cari slogan yang pas buat jadi alternatif pengganti kegiatan sebelumnya, kalau yang kemarin kan semangat sedekah, kalau yang sekarang apa ya? Belum kepikiran.

Masa iya aku pakai 'Light of Change'? Gegara aku dapat pencerahan setelah melihat beberapa video yang semoga bisa bikin aku mengalami perubahan menjadi lebih baik. Maksaaaaaa~ ini buat umat woy, bukan buat elu XD

Wassalam.

You Might Also Like

0 komentar

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Forum Lingkar Pena Sidoarjo

Friends

Community