Tips Persiapan KKN

Thursday, January 01, 2015

Assalamu'alaikum..

InsyaAllah kurang dari satu bulan lagi aku bakal melaksanakan KKN di sebuah desa di daerah Bojonegoro, Jawa Timur. Nah, sebelum mendapat pembekalan dari kampus, aku sedikit melakukan riset sederhana. Meski hanya memanfaatkan informasi dari sedikit referensi, aku ingin berbagi tips seputar persiapan KKN a.k.a pengabdian masyarakat.

Seperti peribahasa yang sudah lama kita kenal, sedia payung sebelum hujan. Iya, persiapan itu penting banget, supaya nggak shock saat tiba di lokasi tempat akan mengabdi selama satu bulan itu.

1. Potensi Daerah

Sebelum berangkat ke lokasi KKN, usahakan sudah mencari informasi mengenai daerah tersebut melalui internet, teman, atau saudara yang pernah ke sana. Informasi tersebut bisa seputar bagaimana keadaan geografi, demografi, ekonomi, dan sebagainya. Ini akan memudahkan kita untuk mempersiapkan diri menghadapi lingkungan yang baru.

Penting juga mencari tahu potensi bencana yang pernah terjadi di tempat tersebut. Bukan nakut-nakutin. Jadi nggak perlu parno dulu, hehe. Informasi ini untuk berjaga-jaga setidaknya apa yang bisa dipersiapkan untuk menjaga diri. Misalkan, di sana sering ada angin kencang, solusinya bisa dengan membawa jaket tebal dan memakainya saat merasa kedinginan. Nggak asik kan kalau di tempat KKN kita malah masuk angin dan minta 'kerok-an' (?) hahaha. Atau barangkali di sana sering hujan, kita bisa bawa jas hujan untuk berjaga-jaga barangkali dibutuhkan. Soalnya saat aku mencari informasi tentang tempat KKN ku nanti, ternyata beberapa minggu lalu ada banjir bandang, dan ternyata memang sering terjadi saat musim hujan begini. So, siapkan diri menghadapi kemungkinan apapun yang terjadi sangatlah penting.

2. Ikut Pembekalan

Biasanya akan ada pembekalan sebelum mahasiswa diterjunkan ke lokasi KKN. Nah, jangan lupa untuk mengikuti pembekalannya di kampus ya kawan, jangan bolos, hehe. Ada beberapa pembekalan yang diberikan kampus, beberapa di antaranya meliputi: Metodologi PAR dan ABCD, Gender Analyzes, Penanggulangan Bencana Alam, Pencegahan Narkoba, Bank Sampah, dan sebagainya. Aku akan mengulas sedikit dan singkat tentang metodologi PAR dan ABCD, untuk yang lain, lebih lengkapnya bisa dicari tahu sendiri saat kegiatan pembekalan di kampus :p

Metodologi PAR (Participatory Action Research)

Pada dasarnya, PAR merupakan penelitian yang melibatkan secara aktif semua pihak-pihak yang relevan (stakeholders) dalam mengkaji tindakan yang sedang berlangsung (di mana pengalaman mereka sendiri sebagai persoalan) dalam rangka melakukan perubahan dan perbaikan ke arah yang lebih baik. Untuk itu, mereka harus melakukan refleksi kritis terhadap sejarah, politik, budaya, ekonomi, geografis, dan konteks lain-lain terkait. Yang mendasari dilakukannya PAR adalah kebutuhan kita untuk mendapatkan perubahan yang diinginkan.(1)

ABCD (Assets Based Community Development)

ABCD (Pengembangan Komunitas Berbasis Aset)  adalah sebuah pendekatan yang memberikan penekanan yang besar pada aset- aset yang dimiliki di dalam komunitas (yang seringkali tidak disadari). Aset adalah segala hal yang ada dalam komunitas yang berpotensi dalam pengembangan komunitas tersebut. Baik itu berupa aset individual (seperti kepemilikan lahan, kemampuan menjahit), atau aset komunitas (seperti keberadaan lokasi komunitas yang bersinggungan dengan potensi wisata).

ABCD menggerakkan pembangunan komunitas berdasarkan aset yang mereka miliki, sehingga komunitas diarahkan untuk menemukan dan mengembangkan atau bahkan menambah aset yang mereka punya untuk kemudian digunakan bagi kemajuan komunitas. ABCD memastikan dan menyampaikan pada komunitas bahwa segala perubahan baik yang terjadi adalah bersumber pada kekuatan komunitas, bukan dari pihak luar. (2)

3. Bawa Barang Seperlunya

Kira-kira barang apa saja ya yang perlu dibawa ke lokasi KKN? Hmm.. seperlunya saja :) Bawa baju ganti seperlunya saja, nggak usah banyak-banyak. Cukup beberapa potong pakaian, istilahnya 'cuci-pakai-cuci-pakai', gitu. Apalagi buat kaum hawa yang terkenal beribet di mata kaum adam, haha, seperlunya saja ya kawan. Jangan lupa bawa alat sholat dan Al-Qur'an buat yang muslim, peralatan mandi bagi siapapun yang rajin mandi, hehe. Buat yang jarang mandi juga teteeeeup harus bawa alat mandi, kasihan kalau temannya kena bau badan yang kecut-apek gak jelas itu, wkwk, bercanda. Buat yang punya sakit tertentu, jangan lupa bawa obat ya. Khawatirnya di sana jauh dari toko obat, buat jaga-jaga :) Bawa kotak P3K juga boleh banget buat yang suka ngobatin temennya yang sakit, barangkali ada yang punya cita-cita jadi dokter tapi nggak keturutan, hehe, ini bisa jadi ajang penyalur bakat. halah, opotho?! :D

Oke, cukup sekian ulasannya. Semoga manfaat :)

Sumber:
(1) Agus Afandi, dkk, Modul Participatory Action Research (PAR), (IAIN Sunan Ampel Surabaya: Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) 2013), hlm. 41.
(2) ruangpsikologi.com 

You Might Also Like

0 komentar

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Forum Lingkar Pena Sidoarjo

Friends

Community