How The Stories Work

Sunday, January 25, 2015


19.01.15


Pengalaman yang mungkin nggak akan pernah lupa, dan nggak mau ngulang lagi. Aku memilih naik motor daripada bison. Memang tidak nyaman dan lelah, tapi pengalaman ini seru sekali. Dibonceng teman menuju desa terpencil di Bojonegoro, malam hari, melewati hutan dalam keadaan hujan. Saat petir menyambar, pepohonan yang sudah tak berdaun nampak jelas sekali. Lalu kembali gelap. Moment itu mengingatkanku pada salah satu adegan dalam film Harry Potter saat Harry dan sahabat-sahabatnya berlari di hutan untuk menghindari para musuh. Terlalu imajinatif, memang. Tapi ini benar-benar terjadi. Terima kasih, Allah. Aku dan teman-teman selamat sampai tujuan :’)

20.01.15

Allah, maaf, aku sedikit sebal dengan beberapa orang yang suka cerita dengan sembunyi-sembunyi. Tanpa mereka sadari, aku mendengar semua. Aku memang bisa sebal dengan sesuatu yang tidak sejalan dengan targetku, hanya saja aku sering mampu menghandle hal tersebut, bisa jadi aku hanya kesal dalam sehari, dan aku bisa dengan cepat melupakan hal tersebut. Aku memang sebal dengan seseorang, dan aku bisa membicarakannya dengan orang tersebut, atau bahkan aku melupakannya. Tapi, ketika ada orang lain yang membicarakan hal tersebut dan berpikir negative tentangku, aku bisa sangat kesal sekali. Hm, mungkin ini maksud Allah agar aku bisa belajar sabar dan belajar mengatur emosi.

Jujur, bukannya aku kesal sama seseorang yang membicarakanku, aku hanya kurang suka dengan kebiasaannya. Barangkali aku memang harus bisa lebih mampu untuk mengatur cara bicaraku, barangkali aku harus lebih diam dan tak perlu bicara jika aku bisa memendamnya. Allah, maaf yaa. Aku hanya merasa bersalah jika aku tidak membantu sahabatku yang sedang sakit, aku sudah diamanahi orang terdekatnya untuk menjaganya selama tugas kampus di tempat ini. Maaf ya, Allah. Maaf jika aku masih sering lalai dalam menjaga sikap.

Terima kasih buat Fajar, teman sekelasku, darinya aku belajar tentang “diam”. Biar orang lain mengatai kita bodoh, atau semacamnya. Biar orang lain mengatakan kita jahat, nakal, atau sejenisnya. Karena yang terpenting adalah kita tahu siapa dan bagaimana kita sebenarnya. Sudah baik atau masih buruk diri kita, iya, hanya diri sendiri yang tahu.

Allah, terima kasih atas kesempatan belajar hal ini. Aku semakin belajar banyak tentang bersikap. Semoga aku bisa benar-benar memperbaiki diri, menjaga diri, dan semakin paham apa itu arti batasan.

You Might Also Like

0 komentar

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Forum Lingkar Pena Sidoarjo

Friends

Community