Assalamu'alaikum, Cinta!

Sunday, January 11, 2015

bukti nonton, tapi burem. haha

Alhamdulillah, malam ini aku bersyukuuuur banget. Allah, terima kasih ya :') Saat perjalanan pulang, kalimat dari masjid itu menancap sekali, "Fabiayyi aalaa irobbikumaa tukadzibaan." Nikmat Tuhanmu yang mana yang kau dustakan?

Pagi tadi, aku janjian sama sahabatku, Tieffani, untuk menonton film Assalamualaikum Beijing di 21 Cito. Kita nontonnya jam 17.10 di teater 2, baris E di seat 7 & 8 (lengkap bener nyebutinnya, hehe). Aku bersyukur ngajak dia. Film itu, selain tentang kisah cinta, juga tentang persahabatan antara Asma dan Sekar. Semoga persahabatanku dan Fani juga seperti kedua tokoh itu, saling mendukung dan menyanyangi satu sama lain. Meski aku dan Fani punya banyak perbedaan, semoga kita bisa bersahabat baik karena Allah :)) Sekitar tujuh tahun sudah kita sahabatan, semoga terus lanjut. Saling mendoakan ya, Fan. Saling mendukung jika ada musibah yang menimpa salah satu dari kita, seperti Sekar dan Asma. Kedua tokoh ini sangat menginspirasi.

Tentang cinta. Itu memang masih menjadi misteri untuk kita. Iya, kita yang sedang menanti jodoh pilihan Allah. Asma yang tersakiti, dia lebih memilih kuat dan bersabar atas rasa sakit hati yang dialami. Ia memilih pergi. Benar, terkadang kita pergi bukan untuk menghindari masalah, melainkan menghadapinya dengan gagah. Kita harus move on. Allah lebih mengetahui kapan, di mana, dan dengan siapa nanti kita berjodoh. Allah sudah menyiapkan yang terbaik. Maka, tidak perlu galau. Akan datang waktu terbaik bagi siapapun yang bersabar. Selama masa menunggu, menyibukkan diri dan terus memperbaiki diri semoga menjadi jalannya. Jodoh akan hadir tepat pada waktunya. Bisa jadi ia--jodoh ku, jodoh kalian, adalah teman lama, rekan kerja, bahkan orang asing yang kita temui saat perjalanan di bus. Seperti Asma dan Zhong Wen :) Ceritanya so sweet banget. Teh Asma Nadia berhasil membuat tokoh ini hidup. Keren, salut ! Terima kasih, ya, Teh Asma Nadia. Semoga cerita ini menginspirasi kami.

Pemandangan negeri Cina sangat aduhai dalam film ini. Cerita tentang muslim, masjid Islam, sejarahnya dibungkus apik sekali. Semakin menumbuhkan keinginan untuk menjejakkan kaki di sana. Sedari kecil, terlepas perbedaan pendapat apakah hadits ini sahih, hasan, dhaif, atau bahkan maudhu', kalimat 'tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina' masih melekat sekali di pikiran. Bagaimana ya sejarah Islam di negeri Cina? Penasaran sekali ingin mempelajarinya langsung di sana. Ditambah, aku juga kagum diam-diam pada kalimat-kalimat Kong Zi, seorang pakar pedagogi terbesar di Tiongkok 2.500 tahun lalu. Prinsip hidup tangguh yang dimiliki orang Cina juga menginspirasi. Banyak dari mereka adalah pengusaha. Bukankah Rasulullah SAW adalah seorang pebisnis? Seorang pengusaha yang selalu mengutamakan kejujuran dalam perdagangan? Apakah ini berhubungan? Entahlah, aku selalu penasaran. Semoga benar-benar bisa menjejakkan kaki di Cina, doain ya? :)

Hmm, kembali lagi ke film Assalamualaikum Beijing. Zhong Wen di film ini keren sekali. Duh, bukan gantengnya Morgan Oey, hehe, tapi tulus dan bijaknya tokoh Zhong Wen. Dia tulus mempelajari Islam, sampai akhirnya memutuskan untuk menjadi muallaf. Masya Allah, semoga semakin banyak muallaf di bumi ini, semoga Islam kembali berjaya lagi :') Perbedaan agama jangan sampai membuat kita berkelahi, semoga kita bisa menjadi agen muslim yang baik, meneladani Rasulullah SAW. Bukan tanpa alasan, jika kita selalu kalem, bertindak baik dan tegas memegang teguh prinsip-prinsip agama Islam, bisa jadi yang non-muslim terketuk hatinya untuk mempelajari Islam hingga akhirnya memutuskan untuk menjadi muallaf. Insha'Allah.

Ada satu kalimat Zhong Wen yang menancap sekali di hampir akhir film ini, kalimat ini diucapkan untuk Asma, kurang lebih begini, "Tak perlu fisik sempurna untuk bisa memiliki kisah cinta yang sempurna." Aduhaaaaai, so sweet banget, aku sampe nangis. Benar, di dunia ini nggak ada yang sempurna, kesempurnaan cuma milik Allah. Tapi kita selalu bisa belajar untuk melakukan hal-hal baik untuk mendekati kesempurnaan itu sendiri. Perasaan yang tulus akan diberikan pula bagi yang memiliki ketulusan. Kurang lebih begitu yang aku tangkap.

Terakhir, untuk menutup curhatan ini. Film ini layak banget buat siapapun yang lagi move on (nyindir sebelahku tadi :p), yang masih single (kayak aku gini, haha), yang lagi kasmaran sama suami/istrinya (ini khusus aku dedikasikan untuk pasangan suami-istri yang duduk di barisan atasku), dan yang lagi mencari-cari apa itu arti cinta. Ceileeee, haha. Ya begitulah pokoknya. Dan film ini juga layak buat ditonton bareng para sahabat (terutama bagi yang masih single, ahahaha), bukan, bukan, maksudnya biar menginspirasi supaya bisa sahabatan seperti tokoh Sekar dan Asma (alesaaaan :p).

Btw, pangeranku kapan datangnya ya? Jangan-jangan kita masih sama-sama fokus belajar, bekerja, memperbaiki dan memantaskan diri? InsyaAllah, aamiin. Tapi jangan lama-lama ya, nggak pengen ta traveling bareng? Naik ke puncak bukit terus teriak, "Assalamu'alaikum, Cinta!" Duh, ngaco, ini aku ngomong ke siapa? hahaha. Pangerannya siapa dan di mana aku juga belum tahu. Efek habis nonton :p


Pokoknya, recommended benget buat ditontoooooooon ! (teriak-teriak dalam hati, hahahaha)

You Might Also Like

0 komentar

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Facebook

Friends

Community