Mendadak Teledor

Monday, December 08, 2014

Assalamu'alaikum !
Harusnya ini ku posting tahun lalu. Berhubung lupa, dan tersimpan di draft setahun lebih. HAHA. Yasudah, langsung aja ceritanya :DD

Mau nepatin janji (entah janji ke siapa, hehe) kalau aku bakal posting pengalaman selama perjalanan acara Kopdar #BN2013 ke Yogyakarta. Hm, judul postingan kali ini "Mendadak Teledor", iya, tiga hari aku merasa mendadak teledor, padahal aku tipikal orang yang selalu hati-hati.

Hari Jum'at siang (29/11) aku berangkat dari kampus ke terminal diantar bang Ibor (Roby, sahabatku) pakai motor, selanjutnya naik bemo menuju Stasiun Gubeng. Jadi ceritanya tuh stasiun gubeng dibagi dua-dan aku nggak ngerti perihal ini-yaitu gubeng lama dan gubeng baru. Kereta ekonomi di gubeng lama, kereta bisnis dan eksekutif di gubeng baru. Aku yang nggak pengalaman diturunin pak supir bemo di gubeng baru, padahal aku pakai kereta ekonomi. Oke, akhirnya jalan kaki menuju stasiun gubeng lama --' lumayan bikin keringetan jalan cepet-cepet, mengingat waktu keberangkatan semakin dekat.

Mampir sebentar di minimarket beli camilan dan air mineral, masuk ke stasiun, ketemu mbak Indah (partner berangkat ke Jogja. kawan baru kenal, haha), checking tiket, segera ambil air wudhu untuk bekal shalat di kereta.  Go..go..go.. kita berdua berangkat :D

Di dalam kereta aku kentut, hehe, baiklah aku segera ambil air wudhu lagi. Alhamdulillah toiletnya sip, bisa ambil wudhu dengan baik meski sambil goyang kanan goyang kiri, hahaha, maklum, wudhu di atas kereta, kawan. Awal perjalanan cukup menyenangkan, ngerasain shalat dhzuhur di kereta itu something banget, hehe. Tapi sayang jendelanya buram dan warnanya kuning-kuning gitu, gak jelas lihat pemandangan.

Sebelum sampai Jombang (nggak tahu nama tempatnya) tiba-tiba ada pasangan suami istri nyamperin tempat duduk kita (aku dan mbak Indah), "Lho mbak, itu tempat duduk saya!", celetuk si istri yang lagi gendong bayi. "Ini tempat duduk kita, mbak", jawab mbak Indah. "Lho, saya nomor 11 D. Sini lihat tiketnya!", si istri gak percaya minta bukti. "Kami juga 11 D dan 12 D. Ini tiketnya!", ngotot sambil ngasih tiket. "Lho kok sama?". Hm, kami dibuat bingung dengan kejadian ini. Gak lama lalu ada bapak penjual makanan yang nyamperin, "Kenapa mbak?". "Ini pak nomornya sama", jawabku. Setelah itu dia ikut cek tiket kami juga dan ikutan heran kenapa nomor tempat duduknya sama.

Karena bangku kita paling rame dikerubung orang --' eh si petugas kereta nongol juga. "Kenapa mbak?". "Ini pak nomor tiket kita sama", sahut mbak Indah. "Sini mbak saya cek dulu", minta si petugas. Eh si tiket malah dibawa pak petugas. Gak lama kemudian atasan petugas itu nyamperin kita. "Mbak, ini benar nomornya 11 D dan 12 D, tapi coba lihat ini tanggalnya 29 Desember 2013. Ini masih satu bulan lagi, mbak. Sekarang kan tanggal 29 November, bukan Desember".

AAAAaaaaaaarrggg!! Batin gue malu! XO

Baiklah, mencoba tenang. Sambil mikir. Ini kesalahan murni dari kami (aku titip tiketnya ke mbak Indah, jadi dia yang beli. Bego'nya aku nggak ngecek dulu pas nerima tiket. Jadi ini salah kami). Dan ini juga kesalahan PETUGAS checking tiket di stasiun. Lha trus yang dia cek tadi apa coba??? GILA kan?

Bersyukur pak petugasnya baik, kita dibolehin di kereta sampai pemberhentian selanjutnya. Tapi si istri dateng sambil ngomong pakai nada tinggi, "Mbak, kita mau pindah sekarang!!!!". Hiks, karena merasa kita nggak punya hak duduk di tempat itu akhirnya kita berdiri. Bingung mau duduk mana tapi, ahahahahaa how a pity.

Nggak lama, kereta berhenti di Jombang (tapi bukan pemberhentian yang dianjurkan pak petugas), aku sama mbak Indah nekat turun dan mutusin melanjutkan perjalanan by bus.

Keluar dari stasiun, pas banget depan alun-alun Jombang. Kota santri. Hm, ingat Jombang jadi ingat seseorang, haha lupakan! Bersyukur nggak perlu nunggu lama. Bus Sumber Kencana. Wuuuuuuussss.....wuuuuuussss....... wuuuuuuuussss.... perjalanan yang cukup menegangkan. Tapi aku bersyukur banget jendela kaca jelas bening, hehe, mungkin kalimat mengeluhku soal jendela tadi didengar Tuhan akhirnya disuruh pindah naik bus, hehe.

Pemandangannya indah banget. Oke saya tertidur pemirsa, dan coba tebak apa yang saya lihat di luar jendela saat saya bangun ???!!

Astagafirullah, aku lihat mayat yang ditutup koran!
Innalillahi, ada kecelakaan dan dia tewas :( Merinding banget tau gak sih bangun tidur langsung liat beginian :( langsung istighfar mohon ampun ke Allah, semoga Allah melindungiku selama perjalanan ini.

Kalau naik kereta seharusnya kami sampai jam 5 sore, berhubung kita pindah haluan naik bus kita nyampe malam. Sekitar jam 8 gitu. Pakai jasa komunitas jogja kita dianter ke hostel pakai avanza. Cukup berasa eksklusif secara aku belum pernah punya mobil. Cuma pernah naik gitu aja, hehe. Nyampe hostel dengan cukup riang. Alhamdulillah bisa segera istirahat. Keluar mobil langsung registrasi ke panitia BN terus cus ke kamar.

Oke masuk kamar, daaaaaaan HP ku di manaaaaaa??? Ya Allah HP ku kok gak ada?? Di saku nggak ada! Di tas nggak ada! Allah, apalagi ini? Mana HP nya ku silent. Rasanya pengen nangis :( Aku turun lagi ke bawah untuk cek barangkali jatuh pas registrasi, tapi gak ada. Aku balik ke kamar, mencoba menenangkan diri. Akhirnya aku shalat isya' dulu sambil tetap berhusnudzon kalau Allah akan mengembalikannya padaku jika memang itu masih rezeki buatku.

Seusai shalat, aku bilang ke panitia kalau HP ku hilang, minta tolong dia untuk menghubungi jasa komunitas yang menjemput kami tadi. Terus aku keluar hostel untuk beli makan, dipaksa mbak Indah karena dia kasihan sama aku biar nggak lembek, kusut, loyoh, apalah. Di luar, aku tanya pak satpam, barangkali pas turun dari mobil aku teledor dan HP nya jatuh, dia dengan sopan ngeladenin permintaanku untuk mencarikan HP ku.

Akhirnya aku makan dengan lahap karena kelaparan, tapi sambil berdoa semoga HP ku ditemukan pak satpam. Entah tiba-tiba berinisiatif pinjam HP Anifa (sahabat yang juga ikut acara ini) untuk menelpon ponselku barangkali diangkat si penemu. Hei ! telponku diangkat :D Alhamdulillah. Ternyata aku teledor, iya benar HP ku jatuh saat aku turun dari mobil. Terima kasih pak satpam yang baik. I love you, deh XD HP ku nggak jadi hilang, Terima kasih Ya Allaah :*

Tidur nyenyak, sekamar dengan mbak Arifah (Jakarta) yang cantik, mbak Yana (Jakarta) yang penakut, dan mbak Lely (Kediri) yang baik hati :)

Bangun pagi, sarapan eksklusif, Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah. Tidur di hostel gratis, sarapan eksklusif gratis :D serba gratis. Pemandangannya itu lhoooo.... Alhamdulillah :D

Setelah sarapan, kita pergi ke Joglo Abang. Agenda dirubah menjadi kurang menarik (seharusnya menuju keraton, dkk). Tapi ya sudahlah ya, harus dinikmati dengan senang. Di Joglo ini acaranya seminar gitu. Aku yang ngerasa masih blogger pemula, cuma manggut-manggut antara paham dan nggak paham sama apa yang dibahas. Aduh, kacau banget aku ini. Tapi cukup fun ! Aku kenalan sama blogger lain yang sudah senior, dan aku juga kenalan sama penduduk setempat. Seru pokoknya :)

Saat malam, sekitar pukul 9 atau 10 kalau nggak salah, para peserta kopdar siap-siap naik bus untuk berangkat ke Tembi. Kita semua akan menginap di rumah budaya Tembi, tidur berkelompok di rumah penduduk. Nah, saat naik bus menuju ke Tembi, aku duduk pisah sama temanku. Aku duduk sama orang yang nggak aku kenal, sempat kenalan dan ngobrol sebentar sih, tapi aku lupa namanya, hehe. Maaf ya mbak :3 Dan setelah itu aku tertidur.

"Mbak, bangun mbak! Mbak, sudah sampai. Mbak, bangun!"

"Ha? Sudah sampai?", responku terkaget saat dibangunkan panitia. Aku menoleh ke segala penjuru. Whaaaaat? BUSNYA SEPI ! Gila bener, tega nian ini teman-temanku, aku ditinggal dan dilupakan gitu aja :( NASIB.

Masih ngantuk, melek karena kaget diteriakin panitia. Ampun, jalan sempoyongan ke arah panitia yang lagi bagi kamar per kelompok. Di meja registrasi aku ketemu teman-teman, rada sebel aja gitu aku ditinggal. TEGA lu pada gaes :| Temanku nyuruh aku registrasi dulu biar tahu ntar aku tidur di rumah yang mana. Saat aku cek namaku, kertasnya kelihatan buram. Aku coba betulin kacamata barangkali miring karena bangun tidur.
Tunggu...

Kacamataku..


KACAMATAKU MANA???!!
Ya Allah, apalagi ini? ujian apalagi?? asli kudu mewek ini mah. Langsung aja aku samperin panitia yang paling dekat di sekitarku. "Mas, kacamataku jatuh di bus. Busnya masih di depan gang kan? Tolongin mas, bantu aku cari kacamataku!". Dengan sigap, mas baik hati itu nganterin aku ke depan gang pakai motor biar cepat. Tapi... tapi... busnya sudah pergi. HUAAAAAAA~

Alhasil, menjelang tidur, aku nangis sesenggukan. Kacamata yang baru aja ganti, dibawa kabur sama sopir bus. Tapi ini bukan salah pak sopir, ini salahku sendiri karena ketiduran, dan kayaknya tanpa sadar tuh kacamata jatuh. Semakin malam, latihan ikhlas sama apa yang bukan rezeki-ku. Mungkin emang tuh kacamata rezeki untuk beberapa minggu aja. Aku harus cari cara buat dapat uang untuk beli yang baru. Sedihnya, liburan di Jogja tanpa kacamata, tetap bisa melihat sih, tapi cuma jarak dekat. Jarak jauh semua jadi buram :(

Paginya, aku kenalan sama teman-teman yang bermalam di rumah yang sama denganku. Aku udah latihan ikhlas perihal tuh kacamata. Aku hilangkan rasa sedih. Pun rasa kecewa sama teman-teman yang ninggalin aku di bus gitu aja. Hmm. Aku pasti bisa ikhlas :')

Di hari kedua itu, aku malas ikutan acara yang diadain sama blogger nusantara, bukan apa-apa, aku cuma nggak mau sedih karena nggak enak hati bikin semua wajah orang jadi buram di mataku, hehe. Aku di homestay aja nemenin Leti. Ujung-ujungnya aku bantuin Leti bikin desain untuk tugasnya di kampus (kebetulan kita sekampus, cuma beda fakultas dan beda tingkatan). Keluar rumah cuma buat sarapan, makan siang, dan jalan-jalan sebentar melihat pemandangan hijau di desa Tembi.

Acara selesai sore, nah, ini yang paling aku tunggu-tunggu. Bukan momen pulang, tapi momen mampir ke kampus impian, hehe. Mengunjungi kampus impian semasa SMA adalah pelipur lara, hehe. Berasa dapat hadiah setelah diuji selama perjalanan.

Terima kasih untuk Allah Yang Maha Baik, terima kasih atas kesempatan jalan-jalan ke Jogja. Terima kasih atas pelajaran ikhlasnya. Kalau kita berhasil ikhlas, yakin ada ganti yang menyenyumkan :)

Wassalam

You Might Also Like

3 komentar

  1. Kok tledor banget sih mbak ._.
    Pertama tiket, terus hp, dan yang terakhir kacamata :'(

    ReplyDelete
  2. wah benar2 menarik perjalanan mbak ini serius benar2 menarik. tapi jangan sering2 teledor kak.......

    ReplyDelete
  3. banyakin minum aqua ka biar ga teledor hhe, jangan ditanya apa nyambungnya, gue juga bingung jelasinnya wkwk... tapi yang pasti asik lah perjalanannya ya, buktinya bisa jadi cerita begini :D

    salam kenal

    ReplyDelete

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Facebook

Friends

Community