Selimut Pemberian Tuhan

Assalamu'alaikum :)

Hari Rabu (15/10) sama sekali nggak ada kerjaan di kantor, Allah, maafkan jika aku masih sering lalai untuk bersyukur. Hari Rabu cuma bantu-bantu sedikit, berdua sama Sani motret packaging (kita berdua sama-sama belum punya kamera, dan masih sama-sama belajar, doain kita segera punya yaa.. aamiin :3 ), bantuin Pak Andika beresin packaging yang beliau potret, bantuin Mas Wib nyari sinonim kata xxxx untuk merevisi copy Dompet Dhuafa. Aku cuma nemu satu kata yang pas, dan ternyata Mas Wib juga nemunya satu, sama pula. HAHA, yasudahlah, itu saja Mas Wib :D

Pas pulang, sholat maghrib, terus keingat Ibu, kangen suaranya gitu, hehe. Maklum, aku nggak pernah jauh dari orang tua lebih dari empat hari. Lha ini aku harus tinggal di Jogja dua bulan lebih, wajar kan kalau kangen? :') Dan kau tahu, kawan? Allah selalu bisa menunjukkan kebaikan-Nya kepada makhluk-makhluk-Nya ketika mereka menginginkan hal tersebut. Sekitar 30 menit kemudian, Ibuku tersayang telpon. Yay ! Kita ngobrol banyaaaak, senang, tapi yang paling bikin syok itu pas kakak keduaku nyeletuk, gimana, dapat someone special nggak di sana? ASEM banget nggak sih --'? Aku jauh-jauh ke sini kan buat belajar, bukan yang lain, tapi kalau dapat bonus dari Allah ya masa gue tolak? HAHAHA. stay focus!

Minta doa restu ke Ibu itu penting banget, minta supaya didoain lancar studi dan karirnya, aamiin. Sampaikan aja mimpi-mimpi kita, tunjukkan effort kita, dengan begitu orang tua akan luluh dan mendukung apa yang kita impikan. Ini serius. Karena, dulu Ibu dan keluarga besar terutama dari pihak Bapak, semua menyuruhku untuk mengambil kuliah pendididkan guru SD, sedangkan aku samasekali nggak berminat. Aku lebih tertarik pada dunia yang berhubungan dengan seni. Aku juga pernah bilang pada Ibu, aku bisa menjadi guru meskipun tidak mengambil kuliah guru. Dan itu benar-benar terjadi, sembari kuliah dan kegiatan komunitas, kegiatanku yang lain adalah mengajar les privat.

Aku memang menyukai anak-anak, aku suka berinteraksi dengan mereka, tapi aku tidak mau jika harus menjadi guru SD, nanti kalau jadi PNS gimana? aku nggak mau. Aku ingin jadi pengusaha, membuka lapangan pekerjaan bersama teman-teman yang se-visi misi, membangun lembaga sosial, pendidikan, dan banyak sekali. Bebas menebar kebermanfaatan tanpa dibatasi profesi "guru SD". Kalau aku jadi guru SD, sebagian waktuku akan ku habiskan di sekolah untuk mengajar, aku tahu itu pengabdian yang mulia, tapi aku inginkan lebih. Aku ingin menebar manfaat yang lebih. Aku ingin waktuku bebas untuk keluargaku. Jika aku punya usaha sendiri, insyaAllah aku akan bisa mengatur waktu dengan seimbang. Toh bisa bekerja di rumah, sambil melakukan kewajiban untuk keluarga. Bukankah itu lebih menyenangkan? pikirku. Hmm, doakan saja yang terbaik ya, guys. Semoga Allah juga memberikan yang terbaik untuk kalian, untuk siapapun yang selalu berusaha dan berdoa demi kebaikan sesama.

Hei, malam kemarin itu mendamaikan sekali, Alhamdulillah. Bagiku, kedamaian itu seperti Allah sedang memberi selimut ke kita biar hati kita tenang dan damai. Hehe. Selesai mengobrol dengan Ibu, aku keluar kostan, beli makan ayam goreng ke Pak Kus, Warga Lamogan yang merantau untuk mencari nafkah dengan mendirikan sebuah warung makan penyetan. Makasih, ya, Pak Kus. Nasinya ditambahin, dikasih bonus tempe pula. Hehe, bapakku di Jogja nih. Iya, aku punya banyak bapak di sini. HAHA.

Begitu dulu ya?
Selalu semangat untuk kita semua. Jangan lupa bersukur dan sedekah, semoga yang terbaik selalu menyertai kita :D Aaamiin.

Wassalam

No comments:

Thank you for reading. What do you think about the article above?