Tetap Semangat, Tetap Sumringah

Saturday, September 06, 2014

Assalamu'alaikum :D
Postingan hari ini tentang review magang hari keempat dan kelima.

Alhamdulillah, Allah masih memberi kesehatan dan kesempatan menuntut ilmu. Hari keempat magang (4/9) cukup menyenyumkan meski ada yang membosankan. Pagi-pagi nyamperin Mas Wibi untuk bertanya masalah tagline, hasil tagline yang ku buat sebelumnya mendapat banyak kritik dari Mas Wibi, niatnya itu mau beliau setorin juga ke Mas Husni (Mas Husni itu Strategic Planner tapi juga senior CW di sana) untuk diseleksi. Aku bilang ke Mas Wib, yang sebelumnya jangan disetorkan ya? aku akan bikin lagi yang lebih baik. Tak lama setelah itu aku mencari referensi lagi, Alhamdulillah jadi tiga alternatif tagline, ditambah dua lagi yang pernah ku buat sebelumnya yang lolos dari kritik. Jadilah lima tagline ku kirim ke Mas Wibi untuk diberikan ke Mas Husni. Hal yang membuat tersenyum itu, ternyata tagline yang ku buat ada dua yang disukai oleh Mas Husni, Alhamdulillah. Berharap yang terbaik. Siangnya aku nganggur banget, karena urusan tagline udah kelar, kebosanan melanda, hanya menghabiskan waktu untuk download beberapa bacaan.

Menjelang sore, Mas Wibi nyamperin, nyuruh aku buka email tentang brief baru untuk didiskusikan bersama temanku Soraya, lalu beliau pinjam flashdisk, ternyata aku dapat tugas bantuin nulis penjabaran filosofi logo, dan itu boleh dikumpulkan besok pagi. Setelah sholat ashar aku minjem motor Mas Wib untuk beli makan buka puasa, terus balik ka kantor lagi. Aku searching-searching lagi untuk mengumpulkan referensi bacaan, mencoba membuat penjabaran filosofi logo, terus ku kirim ke Mas Wibi, eeeh... ternyata salah. Alhasil aku mencoba membuatnya lagi dengan penggunaan bahasa yang lebih baik. Soraya pulang duluan, aku masih di kantor mencoba menemukan kalimat yag tepat untuk ditulis, setelah sholat maghrib, sepertinya mataku kelelahan. Ku putuskan untuk pulang. Pamitan ke Mas Wibi dan Iman yang sedang lembur, ke Mas Anthok dan Pak Kamto juga yang memang tinggal di kantor.

Sampai di kos, aku seraching sebentar lalu tidur. Seusai sholat malam aku lanjut membuat penjabaran filosofi logo, Alhamdulillah selesai. Siap untuk diberikan ke Mas Wibi.

Berangkat ngantor (5/9)*ceileee ngantor? hahaha, magang maksudnya, aku sarapan dulu seperti biasa sama Soraya. Sampai di kantor, langsung nyamperin Mas Wibi untuk nyerahin hasil tugas kemarin. Lalu balik ke mejaku. Nggak lama setelah itu Mas Wibi nyamperin untuk balikin flashdisk dan nyusuh aku brainstorm sama Soraya perihal brief kemarin. Dan kau tahu apa yang ku kerjakan setelah itu? NOTHING ! Setelah brainstorm, aku nggak ngapa-ngapain. Bosaaaaaaan sekali. Sungguh. Dan itu berlangsung sampai sore. Aku sering minta tugas ke Mas Wibi, tapi kalau emang belum ada tugas masa aku tetap maksa dia ngasih tugas? Nggak mungkin juga kan? Maka, inisiati itu penting sekali untuk menghilangkan kebosanan. Aku download e-book banyak banget tentang copywriting, download lagu2, sambil mikir-mikir ide juga untuk dibuat visualisasinya (tentang brief baru itu, yang entah kapan deadlinenya belum tahu).

Setelah sholat ashar, aku buka email, ternyata Mas Wibi ngirim email, dan setelah ku buka, sedih langsung melanda 'hati gue" *gaya banget pake bahasa gue gue, hehe. Tapi serius, aku sedih banget. Gini nih tulisannya, "Terengkyu udah dibantuin, tak kasih sedikit review ya... Intinya banyak baca referensi biar punya amunisi istilah-istilah yang berkaitan. Untuk kasus AnNahl bisa diperbanyak istilah tentang corporate semacam: stakeholder, investasi dll. Tak kirim punya ku juga, bukan yang bener lho cuma untuk gambaran aja, mungkin ada masukan atau pendapat lain dari kamu, TETAP SEMANGAT - TETAP SUMRINGAH :D". Sediiiiih banget, setelah baca review yang di-attach sama beliau. Intinya hasil penjabaranku tentang filosofi logo masih sangat-sangat kurang. Aku itu tipikal yang bakal sedih banget kalau membuat orang kecewa sama apa yang aku lakuin. Emang sih Mas Wibi nggak marah dan nggak nyuruh bikin ulang, malah beliau berterima kasih. Tapi justru itu yang bikin aku sedih banget. Merasa nggak berguna. Merasa belum ada apa-apanya. Apalagi beliau harus membuat ulasan sendiri untuk logo itu karena bantuanku yang 'belum membantu'. Sedih banget kan?

Aku kepikiran terus sampai malam. Terserah deh kalau mau bilang aku lebay, alay, atau apalah. Nyatanya emang sedih banget. Akhirnya ku putuskan untuk sms Mas Wibi, bertanya pengalamannya mengenal copywriting. Supaya sedihku ini nggak berlarut dan bersemangat lagi mengejar ketertinggalan. Ternyata, Mas Wibi suka menulis sejak SMP, lalu suka baca koran, pernah magang juga di Jakarta. Dari situ dia sadar punya bakat copywriting, jadilah ia sekarang seorang Copywriter. Mas Wibi, doain anak magang satu ini mampu belajar dengan baik ya? :') doain, doain, teman-teman juga, doain aku bisa jadi copywriter yang serba bisa ya? terima kasih :)

Tetap Semangat ! Tetap Sumringah !
Wassalam


Sumringah (bhs. Jawa) = Tersenyum

You Might Also Like

0 komentar

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Forum Lingkar Pena Sidoarjo

Friends

Community