Bukan Siapa Tapi Apa

Thursday, August 14, 2014

Tio, remaja usia 16 tahun yang duduk di bangku kelas XI SMA 45 Surabaya. Dia berasal dari keluarga yang selalu mengajarkan kasih sayang. Orang tuanya adalah pendiri yayasan panti jompo. Kebiasaan Tio ketika pulang sekolah ia tidak langsung pulang ke rumah, namun ia berbagi ilmu kepada anak-anak jalanan yang berada di perempatan jalan dekat sekolahnya, tentu dengan seizin orang tuanya.

Menjelang liburan semester, ia mendapat tugas membuat video untuk mata pelajaran TI (Teknologi Informasi). Tio memiliki ide untuk mendokumentasikan kegiatan anak-anak jalanan, mulai dari bangun pagi untuk bersiap mencari sampah-sampah anorganik yang mungkin masih bisa dijual ke pengepul untuk diolah kembali, kemudian siang hingga sore mengamen di perempatan jalan, tak lupa kegiatan belajar mengajar yang ia lakukan bersama teman-teman jalanan dari sore hari hingga adzan maghrib tiba.

Ketika liburan semester berakhir, Tio kembali bersekolah. Tugas TI pun telah ia serahkan kepada gurunya, tentunya setelah ia edit dan diberi pesan-pesan sosial yang ingin dibagi kepada teman-teman sekelasnya. Pemutaran video yang telah dibuat oleh siswa-siswi di kelasnya akan diputar pada hari Sabtu mulai jam 7 pagi sebagai ganti kegiatan ekstra kulikuler.

Hari pemutaran video pun tiba. Tio seperti biasa bangun pagi untuk bersiap berangkat sekolah dengan motor yang biasa ia gunakan. Dalam perjalanan, terjadi kecelakaan, sebuah motor yang dikendarai secara ugal-ugalan tak sengaja menabrak motor Tio dari belakang. Kepala Tio mengeluarkan darah, akhirnya ia dilarikan ke Rumah Sakit.

Pemutaran video pun dimulai meski tanpa Tio, sepertinya Ia dianggap bolos karena tidak mengirim surat keterangan. Setelah tiga video diputar, kini giliran video buatan Tio. Teman-teman dan beberapa guru Tio merasa terharu dan terinspirasi ketika melihat video buatannya. Apalagi ketika bagian akhirnya ditampilkan, ia menyisipkan sebuah pesan, “Ini bukan tentang siapa yang bertanggung jawab terhadap mereka, tapi apa yang bisa kita bagi kepada mereka”. Ruangan pun penuh haru. Lalu tiba-tiba salah satu ponsel guru Tio berdering, terdengar suara dari balik telepon mengabarkan bahwa Tio meninggal dunia akibat kecelakaan.

You Might Also Like

0 komentar

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Facebook

Friends

Community