Belajarlah Dari Kesalahan Bet

Friday, August 01, 2014

Saat SMA, Bet adalah siswa yang biasa-biasa saja. Dia bukan anak yang pintar pun bukan anak yang bodoh (jika ia mau belajar tentunya). Ketika mendekati hari Ujian Nasional, Bet memutuskan untuk tidak mencontek dan menggunakan bantuan para "joki". Bet meyakini bahwa pengawas Ujian Nasional yang sebenarnya bukanlah para guru yang ada di depannya, melainkan dua malaikat yang mencatat amal di kanan kirinya. Hal tersebut tentu sangat positif, namun kesalahan fatal yang Bet lakukan adalah ia tidak tekun. Bet malas belajar saat mendekati hari H. Ia justru mencorat-coret buku pelajaran dengan gambar-gambar daripada memahami materi pelajaran. Alhasil saat hari H, Bet hanya mampu mengerjakan beberapa soal yang ia bisa dan "asal-asalan" menjawab soal yang menurutnya rumit. Ia tetap memegang teguh sikap jujur itu, tapi ia tidak tekun.

Bagaimana hasil ujian Bet?

Oh, sungguh miris, ia menjadi topik utama perbincangan teman-teman dan para guru. Hampir saja Bet tidak lulus ujian, hampir saja. Sedih tentu melanda hatinya, dicibir guru dan teman-teman, mengecewakan kedua orang tua, kesulitan mendaftar kuliah di perguruan tinggi, dan banyak lainnya. Hanya karena masalah TEKUN. Nah, maka jangan pernah remehkan hal satu itu, jujur itu wajib, tapi tekun itu penting. Jujur tapi tidak tekun ya sia-sia namanya, seperti Bet, apalagi tekun tapi tidak jujur, seperti tekun mencontek & menconteki, malah lebih besar akibatnya.


Bet berharap ia diberi kesempatan oleh Tuhan untuk memperbaiki sikapnya, ia menyesal karena tidak tekun, ia ingin bisa melanjutkan pendidikan di bangku kuliah agar bisa terus menuntut ilmu. Tuhan menjawab do'anya, Bet bersyukur bisa melanjutkan kuliah setelah satu tahun menunggu sambil bekerja dan belajar latihan soal. Kini Bet mulai memasuki semester 7, masih panjang perjalanannya. Bet memilih teman-teman terbaik agar dapat saling menasihati dalam kebaikan. Kalau bukan karena doa ibunya, ketekunannya, dukungan sahabatnya, tentu Bet tidak akan mampu bertahan sampai saat ini.

Maka sahabatku, belajarlah dari kesalahan Bet yang dulu tidak tekun itu. Bet memang bukan orang penting, tapi pengalaman perihal jujur dan tekun yang dialami Bet itu yang penting :) Kalian tidak mau kan merugikan diri sendiri dan mengecewakan orang tua hanya karena tidak tekun? Yuk, terapkan jujur + tekun !
Bet masih memiliki banyak kekurangan, ia harus terus memperbaikai diri agar menjadi Bet(ter) :) Kalian juga yaa..

Wassalam

You Might Also Like

2 komentar

  1. heem inspiratif, semangat Bet :D hehehe (kayak kenal ;)

    ReplyDelete
  2. saya tau tersangkanya (sihh Bet :v xixixixi)

    ReplyDelete

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Facebook

Friends

Community