Roadshow EADC 2014

Thursday, May 08, 2014

Assalamu’alaikum, kawan :D
 
Kali ini aku kan mengulas tentang roadshow Eagle Award Documentary Competition (EADC) 2014 pada hari  Selasa (6/5) kemarin di kampus Sekolah Tinggi Multi Media MMTC Yogyakarta. Acara roadshow-nya cukup seru.. salut untuk panitia dan penyelenggara :)

Acara roadshow berlangsung dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore, terdiri dari dua sesi. Sesi pertama jam 9-12, ishoma, kemudian sesi kedua jam 1 hingga jam 5 sore. Konten dari acara tersebut yaitu pemutaran film-film dokumenter seperti Mimpi di Kandang Wedhus Gembel, Gorila dari Gang Buntu, Provokator Damai, dll; documentary coaching clinic yang tentunya peserta roadshow mendapat tips-tips agar lolos seleksi proposal,  gambaran produksi film dokumenter; dan bertemu para Eagle beberapa tahun yang lalu yakni mas Bambang dan mas Teddy.
Acara roadshow diawali dengan beberapa sambutan, selama ini – menurutku – sambutan itu sering membosankan, tapi kali ini sungguh inspiratif dan membuat seluruh peserta roadshow sangat bersemangat. Sambutan-sambutan tersebut disampaikan oleh penyelenggara EADC, pihak kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif, serta pihak dari STMM MMTC Yogyakarta. Dari sambutan yang disampaikan oleh ke tiga pihak, yang paling saya ingat adalah penyampaian perihal 5 kota di Indonesia yang dinobatkan menjadi kota kreatif menurut Unesco, yaitu Yogyakarta, Bandung, Pekalongan, Solo, dan Denpasar. Hal ini membuatku ingin menjadi salah satu bagiannya, bagian dari kreativitas.

Setelah sambutan-sambutan, sesi pertama pun dimulai, dan Prita Laura – presenter Metro TV – lah yang menjadi moderator.  Narasumber pada sesi pertama yaitu Mas Djaduk Ferianto (aktor dan seniman musik Indonesia), Mas Bambang (Pemenang EADC 2009), dan Mas Tonny Trimarsanto (seorang film director yang merupakan pendamping Eagle Awards selama 4 tahun ini). Dari perbincangan para narasumber di sesi pertama, hal yang saya dapatkan yaitu

  1. Suatu karya (film) mencerminkan pembuatnya, sehingga alangkah baik jika kita selalu jujur dalam berkarya. Seperti mas Bambang yang jujur sekali dalam membuat karya film Gorila dari Gang Buntu (pemenang EADC 2009), sehingga dapat menemukan sudut pandang dan alur terbaik untuk film yang ia buat.
  2. Kota kreatif adalah kota yang mampu mendekonstruksi wisatawan, contohnya kota Jogja. Ketika kita berkunjung ke kota tersebut, seakan kota itu teramat istimewa dengan ciri khasnya yang tidak ditemukan di kota-kota lain.
  3. Perbedaan film dokumenter, fiksi, dan berita yaitu (1)  film dokumenter adalah menceritakan kembali cerita yang sudah ada dengan menggunakan kamera, dan ada subyektifitas atau keberpihakan di dalamnya; (2) Film fiksi ada yang berdasar kisah nyata dan ada yang total hanya sebuah rekaan, film fiksi lebih memaksa sesuai dengan keinginan pembuatnya, bukan total menyesuaikan fakta; (3) Sedangkan berita lebih menitikberatkan pada deadline, fakta, serta obyektif.
  4. Film dokumenter harus melalui riset yang mendalam, agar terhindar dari manipulasi dan agar sesuai dengan fakta yang ada.
  5. Dari film-film dokumenter yang diputar di ruang auditorium, dapat di analisis bahwa film dokumenter dimulai dengan memperlihatkan angle yang menunjukkan tema film, kemudian ada pengantar dari para ahli (misalkan pada film Mimpi di Kandang Wedhus Gembel), kemudian kisah kejadian yang disampaikan oleh beberapa karakter dalam film sesuai dengan pertanyaan yang diajukan oleh si pembuat film.
Pada sesi kedua setelah ishoma, para narasumber yaitu Bang Teddy, Mas Tonny Trimarsanto, Mas Bambang, dan dua juri EADC. Sesi ini adalah untuk coaching para peserta roadshow. Peserta diberi kesempatan untuk menuangkan ide-ide film yang ingin diajukan dalam proposal serta pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan kompetisi dokumenter ini. Tips membuat proposal yang saya simpulkan dari jawaban-jawaban para narasumber yaitu simple, proposal ditulis sederhana dan tidak bertele-tele; ada point of view, dan banyak karakter di dalamnya. Kata Mas Tonny, “Berpikirlah yang tidak lazim”.

You Might Also Like

0 komentar

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Forum Lingkar Pena Sidoarjo

Friends

Community