Kau, Angin, dan Gerimis

Thursday, January 02, 2014

Angin, gerimis, dan deadline laporan.
Maafkan karena tak berjalan di belakangmu.
Jika waktu mampu ku putar kembali pada musim itu,
aku akan memilih berjalan dengan sangat lambat.
Kau tahu, ada satu dimensi yang tak akan bisa dijamah oleh tangan.
Hanya anganmu yang mampu terbang ke tempat itu.
Di sana aku melihatmu.
Rambutmu yang terkena angin, terlihat sangat halus.
Kemudian hujan turun, semakin lebat.
Kau menghilang dalam kabut hujan.
Dimensi yang tak terjamah.
Musim ini, deadline laporan kembali menunggu.
Aku memilih berjalan di belakangmu.
Namun, sudah tak ada angin dan gerimis seperti musim yang lalu.

Seperti biasa, setelah menonton film
tiba-tiba kau muncul dalam dimensi angan
 melahirkan rasa rindu dan puisi romance
-5 centimeters per second-

You Might Also Like

0 komentar

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Facebook

Friends

Community