Anime, Positif dan Negatifnya

Saturday, January 04, 2014


Jika pandai memilih genre, anime itu mengundang imajinasi baik.
Melatih kepekaan dan melatih berpikir kritis.
Iya, aku sudah melihat potensi positifnya.
Bahkan aku mengenal baik beberapa orang yang menggunakan potensi ini.
Karena di dunia ini positif dan negatif selalu berjalan seiring.
Aku tetap harus mengingatkan potensi negatif yang aku ketahui.
Ini pendapatku, boleh jadi berbeda pendapat. So, just stay calm.
Jika kita tak pandai memilih genre, akan jadi kebiasaan buruk karena banyak anime yang cukup porn. Iya, porn.
Tapi bukan ini saja potensi negatifnya... ada yang lebih berbahaya (menurutku).

Saat ini mayoritas masyarakat Indonesia sedang mengalami krisis identitas. Lho kok bisa?

Iya, buktinya banyak yang latah. Ada yang baru pasti lagsung heboh jadi follower. K-pop style, J-pop style, Western style, Hijab style, BB, Tablet, Android. banyak lah~
Ya terserah dong, itu kan hak tiap individu mau bergaya seperti apa, punya hobi apa. Sabar, baca dulu sampai selesai ya? Ini belum masuk inti.

Kembali ke Anime. Jika kita tak pandai memilah potensi, ini akan merugikan kita, bahkan negara kita. Lho, kok malah bawa-bawa negara?
Begini kawan, Ini berhubungan dengan efek media massa.
Anime itu memang keren, kawan. Aku mengakuinya karena aku salah satu penikmat anime, tapi aku bukan penggila anime. Karena keren terkadang kita ingin bergaya seperti salah satu karakter di dalamnya. Karakter di sini biasa disebut chara (singkatan dari character). Saking kuatnya efek nonton anime.

Dari anime, muncullah cosplay (costume player) yang meniru berbagai chara. Di sini potensi negatif itu muncul. Aku sebut potensi karena tidak semua hal dari cosplay itu negatif. Jika tak pandai membatasi diri, cosplay bisa membuat ketagihan lho, jadi hobi beli wig, baju, aksesoris, ini bisa memicu perilaku konsumerisme.
Lebih bahaya lagi jika kita terlanjur fanatik, jangan ya? bisa memicu untuk merugikan negara. Kita bisa lupa untuk menjaga budaya kita, karena terlanjur asik dengan budaya negara lain. Kalau sudah begini, jangan salahkan negara tetangga yang mengakui budaya kita sebagai miliknya, toh salah kita sendiri yang tidak mau menjaganya dengan baik. Rugi kan negara kita? Nilai originalitas negara kita semakin memudar. Masyarakat mengalami krisis identitas disebabkan perilakunya sendiri.

Lalu solusinya bagaimana dong? jangan cuma mengkritik tapi nggak ngasih solusi. Sebenarnya aku tidak sedang mengkritik, aku sedang mengingatkan supaya nggak keblablasan. Bagi yang hobi cosplay (karena aku tidak hobi. hehe), aku ada ide barangkali bersedia mencoba. Coba sesekali lakukan cosplay karakter pahlawan2 yang ada di dongeng Jawa. Para cosplayers memakai kostum pahlawan2 kerajaan jaman dulu. Bisa juga dibuat parade Jawa Timur, cosplayers pakai kostum superhero versi Jawa Timur. Pasti keren tuh. Ngundang anak2 kecil terus bikin short drama. Sekalian mengenalkan budaya JaTim. Pasti "wah" banget.
Jadi intinya nikmati anime sewajarnya, seperlunya. Miliki hobi yang bermanfaat untuk diri kita. Apapun hobi itu. Syukur-syukur bermanfaat untuk orang lain. Dan ingat, jangan sampai merugikan negara ya? Ngurus negara bukan tanggung jawab presiden seorang, tapi tanggung jawab bersama seluruh warga negara.

Kamu kok sok bijak sih? Tidak! Aku sedang mengingatkan diriku sendiri kok. Syukur-syukur tulisan ini dibaca orang dan bisa bermanfaat untuk mereka. Sekali lagi, semua hal di dunia ini punya potensi untuk menjadi positif atau menjadi negatif. Dan aku memilih positif.

You Might Also Like

0 komentar

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Forum Lingkar Pena Sidoarjo

Friends

Community