Resep Menulis Ala Bang Fuadi

Saturday, November 23, 2013

Assalamu’alaikum..

Pagi (23/11), ada kegiatan studium general di ruang Auditorium kampus UIN Sunan Ampel Surabaya oleh Prodi Ilmu Komunikasi. Prodi mengundang narasumber yang kece abis, hehe, yaitu Bang Ahmad Fuadi. Beliau adalah penulis novel trilogi Negeri 5 Menara. Tema yang diusung pada acara tersebut adalah Membangun Jiwa Entrepreneurship Melalui Karya Tulis Populer.

Berikut (tulisan yang diketik tebal) adalah ringkasan pembicaraan beliau yang saya catat di buku saya. Silahkan dibaca, semoga bermanfaat.

Kata Bang Fuadi, “Dengan menulis kamu bisa jadi apa saja“.

Ya, dengan menulis kita bisa menjadi apapun yang kita inginkan. Menulis akan mengantarkan kita mewujudkan impian-impian kita. Kata lebih hebat dari peluru. karena kata mampu menginformasikan, menginspirasi, dan menggerakkan. Semua orang bisa menulis, lho. Seperti halnya bisa bicara dan berjalan. Dalam menulis, kita tidak perlu mengeluarkan banyak modal. Hanya perlu 3 modal kok: sebatang pulpen, secarik kertas, dan sebongkah hati. Ya, hati sangat diperlukan dalam menulis. Tulisan yang ditulis dengan hati, juga akan sampai ke hati pembaca. Niatkan menulis dengan tulus untuk belajar dan memberi manfaat, bukan mengejar penghargaan. Penghargaan itu datang dengan sendirinya kok, nggak perlu dikejar. hehe

Menulis yang bermanfaat dan bisa menghasilkan:
  1. Artikel
  2. Lomba Karya Ilmiah
  3. Novel, cerpen, puisi
  4. Naskah: film, tv, radio, iklan
Di sini kita bisa menulis apa saja yang kita suka dan kita mampu. Misalnya, kita suka baca artikel dan kita ingin menulis artikel, maka kita harus berlatih dengan konsisten untuk menulis artikel dengan topik yang kita pahami. Paham di sini lah yang saya maksud sebagai mampu. Begitu juga jika kita menyukai film dan kita ingin menulis naskah film (nunjuk diri sendiri, hehe), maka kita (termasuk saya, hahaha) harus berlatih menulis naskah film secara konsisten, agar naskah tersebut semakin berkualitas sejalan dengan jam terbang kita. Jangan lupa untuk meminta orang lain menilai tulisan kita, karena baik menurut kita belum tentu baik di mata pembaca.

Proses menulis ala Bang Fuadi

1. Why
Kenapa kamu menulis? Jawaban dari pertanyaan inilah yang akan memantapkan hati kita untuk segera menulis. Hm, segera menulis, dan segera selesaikan tulisanmu. Luruskan niat: suntikkan stamina yang tidak putus. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat, jadi tulislah hal-hal yang membawa manfaat untuk orang lain. Luruskan niat lho :D

2. What
Apa yang paling tepat untuk ditulis? Kenal, peduli, familiar, tahu: obat kuat tulisan. Ya, tulislah apa yang kita ketahui, agar tulisan kita berbobot, bukan tulisan yang sembarangan.

3. How
Bagaimana menulisnya? Referensi: RISET, buku lain, foto, diari, dll. Agar tulisan kita memiliki “roh”, maka kita sangat dianjurkan memakai referensi sebagai acuan bagaimana nanti kita menulisnya. Dalam menulis novel Negeri 5 Menara, Bang Fuadi memakai agenda yang beliau tulis sejak kecil, jadi tulisannya memang authentic kisah beliau. Selain memakai agenda, Bang Fuadi juga mewawancarai sang Ibu mengenai masa kecilnya, serta membaca surat-surat yang beliau kirim ke sang Ibu saat merantau semasa kuliah. Satu lagi, riset visual juga dilakukan beliau, yaitu melihat album foto kenang-kenangan yang beliau miliki. Dari riset-riset inilah beliau menulis novel Negeri 5 Menara.

4. When
Kapan mau menulis? Cicil setiap hari: sedikit-sedikit lama-lama jadi buku. Menulis itu konsistensi, jadi memang harus konsisten.

Keempat proses ini dilakukan bang Fuadi untuk tujuan agar tulisannya menjadi tulisan yang baik.
Oke, sampai di sini dulu teman-teman. Sekali lagi, semoga postingan ini bermanfaat untuk pembaca dan untuk saya sendiri tentunya. Salam pencari ilmu, penimba ilmu, pecinta ilmu. Selamat menulis…

Wassalam.

You Might Also Like

0 komentar

Thank you for reading. What do you think about the article above?

Forum Lingkar Pena Sidoarjo

Friends

Community